Lewati ke konten utama

Pergi Mancing, Yaroseray Ditemukan Mengapung di Laut Kampung Kecil Senokisi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
20.28 WIT2 menit baca58 dibaca
Proses evakuasi jenazah korban yang sempat dilaporkan hilang saat memancing di perairan Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/6/2026).
Proses evakuasi jenazah korban yang sempat dilaporkan hilang saat memancing di perairan Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/6/2026).Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Seorang warga bernama Everdina Yaroseray ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat memancing di perairan Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/6/2026).

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan melalui Kapolsek Demta Iptu Ignatius Sepbiantoro menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.20 WIT atas permintaan keluarga korban yang melaporkan Everdina hilang saat memancing di laut Kampung Meukisi.

Menerima laporan tersebut, personel gabungan dari Polsek Demta, Satuan Polairud Polres Jayapura, Tim Identifikasi Polres Jayapura, dan Koramil Demta bergerak dari Dermaga Oupau, Distrik Depapre menuju Kampung Meukisi untuk melakukan pencarian, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pemeriksaan awal terhadap korban yang telah ditemukan warga.

Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIT. Hasil pemeriksaan awal Tim Identifikasi Polres Jayapura tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Petugas hanya menemukan luka gores pada bagian jari tengah tangan kanan,” ujar Iptu Ignatius.

Polisi kemudian melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya perahu korban yang tenggelam dan lokasi ditemukannya jenazah di wilayah Kampung Kecil Senokisi untuk melengkapi proses penyelidikan.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 08.00 WIT dua warga yang melintas menggunakan perahu menemukan perahu dayung milik korban dalam keadaan tenggelam di sekitar Pantai Kecil Senokisi. Keduanya sempat mencari korban di sekitar lokasi, namun tidak berhasil menemukannya.

Perahu tersebut kemudian diamankan ke kampung sebelum kedua saksi memberitahukan kejadian itu kepada keluarga dan masyarakat setempat. Pencarian selanjutnya dilakukan warga bersama para nelayan. Seorang nelayan yang ikut membantu pencarian akhirnya menemukan korban dalam kondisi terapung tidak jauh dari bibir tebing pantai.

“Informasi tersebut segera disampaikan kepada warga lainnya sehingga jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka di Kampung Meukisi,” tuturnya.

Atas permintaan keluarga untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, polisi membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Demta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan, serta menghindari melaut seorang diri guna meminimalkan risiko kecelakaan. (hsb)