Lewati ke konten utama

Dapur Ditutup, 62 Korban Keracunan MBG di Depapre Kabupaten Jayapura Masih Dirawat di Rumah Sakit

Redaksi Fajar PapuaPenulis
18.52 WIT2 menit baca34 dibaca
Bupati Jayapura Yunus Wonda belum lama ini saat menjeguk korban keracunan
Bupati Jayapura Yunus Wonda belum lama ini saat menjeguk korban keracunanFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Sebanyak 62 korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, hingga Senin (10/8/2026) masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, drg. Adi Kurniawan mengungkapkan, kondisi puluhan korban tersebut kini sudah dalam tahap pemulihan, meski belum diizinkan untuk pulang ke rumah.

“Hingga hari ini yang dirawat tinggal 62 orang, dari sebelumnya 543 orang. Ratusan korban lainnya sudah pulang setelah menjalani perawatan sejak hari pertama, Selasa (4/8), saat mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG,” ujar drg. Adi Kurniawan.

Ia mengatakan, 62 korban tersebut saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Yowari sebanyak 10 orang, Rumah Sakit Abepura 27 orang, Rumah Sakit Umum Pusat (RSPU) sebanyak 8 orang, Rumah Sakit Dok II Jayapura 1 orang, dan Rumah Sakit Dian Harapan sebanyak 16 orang.

Menurut drg. Adi, proses pemulihan setiap pasien berbeda-beda. Kondisi tersebut juga dipengaruhi usia korban yang mayoritas merupakan anak-anak dan orang tua.

Pihak rumah sakit, katanya, masih memastikan kondisi klinis para korban benar-benar membaik sebelum mereka diperbolehkan pulang.

“Jadi yang masih dirawat ini kita tunggu sampai benar-benar sehat. Sudah tidak ada gejala panas dan semua keluhannya sudah hilang, baru mereka akan dipulangkan,” katanya.

Terkait penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami warga dan anak-anak tersebut, drg. Adi mengatakan Tim Gabungan Dinas Kesehatan, TNI dan Polri masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Kami belum bisa memutuskan apa penyebab masyarakat tersebut sampai keracunan. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, serta pemerintah daerah telah melakukan pengecekan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Dari hasil evaluasi, dapur MBG yang menjadi lokasi penyedia makanan bagi para korban tersebut untuk sementara ditutup hingga proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan. (hsb)