Lewati ke konten utama

Polisi Bantu Tangani Korban Dugaan Keracunan MBG, Kapolres: Fokus Utama Selamatkan Nyawa Masyarakat

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.39 WIT2 menit baca211 dibaca
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan saat meninjau korban dugaan keracunan MBG di Depapre
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan saat meninjau korban dugaan keracunan MBG di DepapreFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan turun langsung membantu penanganan korban dugaan keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas Depapre dan Rumah Sakit Yowari, Selasa (4/8) malam.

Kapolres memastikan seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan bergerak bersama dengan fokus utama memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak.

Ia mengatakan, hingga pukul 23.30 WIT jumlah warga yang datang ke fasilitas kesehatan terus bertambah sehingga proses pendataan masih berlangsung.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Sampai saat ini kami belum bisa menyatakan bahwa ini merupakan kasus keracunan karena masih membutuhkan kajian dan analisis untuk mengetahui sebab dan akibatnya. Fokus kami saat ini adalah penyelamatan korban," katanya, Rabu (5/8/2026).

Dionisius menjelaskan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani para korban. Rumah Sakit Yowari menjadi pusat rujukan utama dengan dukungan sejumlah puskesmas di sekitar Kota Sentani.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Dandim, dan seluruh pihak terkait. Semua bekerja sama untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera mendapatkan penanganan," ujarnya. Menurutnya, sebagian besar korban mengeluhkan mual, pusing, dan gangguan kesehatan lainnya. Hingga malam hari, pasien masih terus berdatangan ke fasilitas kesehatan sehingga jumlah korban masih terus didata.

Kapolres juga mengapresiasi solidaritas masyarakat yang ikut membantu proses evakuasi dan penanganan para korban. "Situasi keamanan tetap aman dan terkendali. Masyarakat juga saling membantu dalam proses penyelamatan. Saat ini kami tidak memikirkan hal lain selain menyelamatkan nyawa manusia," tegasnya.

Ia menambahkan, dampak kejadian tersebut dirasakan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Karena itu, seluruh personel yang terlibat diminta memprioritaskan pelayanan dan penyelamatan korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan penanganan dilakukan melalui sistem triase dengan mengaktifkan delapan puskesmas di sekitar Kota Sentani. Seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dioptimalkan. Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Yowari, Rumah Sakit Dian Harapan, dan Rumah Sakit Kementerian Kesehatan untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan spesialis.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan korban masih berlangsung. Pemerintah juga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kejadian tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.(hsb)