Lewati ke konten utama

Kunjungi 30 Masjid, PMI Papua Tengah Dorong Masjid di Mimika Jadi Pusat Aktivitas Pemuda Muslim

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.20 WIT3 menit baca58 dibaca
Masjid didorong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang bagi pemuda Muslim untuk belajar, berorganisasi dan mengembangkan berbagai kegiatan positif.
Masjid didorong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang bagi pemuda Muslim untuk belajar, berorganisasi dan mengembangkan berbagai kegiatan positif.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia (PW PMI) Papua Tengah mendorong masjid di Kabupaten Mimika agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi pemuda untuk belajar, berorganisasi dan mengembangkan berbagai kegiatan positif.

Dorongan tersebut disampaikan setelah PW PMI Papua Tengah melakukan kunjungan silaturahmi ke sekitar 30 masjid di Kabupaten Mimika, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan menyasar sejumlah masjid mulai dari kawasan KM 9 hingga SP 7. Selain bersilaturahmi, PMI Papua Tengah berdialog dengan pengurus masjid untuk melihat kondisi, kebutuhan serta peluang pengembangan remaja masjid di Mimika.

Dari kunjungan tersebut, PMI Papua Tengah menemukan kondisi organisasi kepemudaan masjid yang cukup beragam. Sejumlah masjid telah memiliki struktur remaja masjid, namun program kerjanya belum berjalan optimal.

Sebaliknya, terdapat masjid yang aktivitas kepemudaannya sudah cukup aktif, tetapi belum memiliki struktur organisasi dan program kerja yang terarah.

Ketua PW PMI Papua Tengah, Risky, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan organisasi saja belum cukup. Remaja masjid membutuhkan pendampingan agar mampu menjalankan kepengurusan sekaligus menyusun program sesuai kebutuhan generasi muda.

"Sejauh ini kebanyakan masjid hanya menjadi tempat salat dan kegiatan agama bagi pemuda. Padahal, masjid bisa dijadikan tempat yang lebih produktif bagi anak muda Muslim di Mimika,” kata Risky.

Menurutnya, masjid dapat menjadi pusat berbagai aktivitas positif, mulai dari pendidikan dan literasi, kepemimpinan, penguatan organisasi, kegiatan sosial, kewirausahaan hingga pengembangan kreativitas pemuda.

Setiap Masjid Punya Kondisi Berbeda

Risky menilai pola pengembangan remaja masjid tidak bisa diseragamkan. Setiap lingkungan masjid memiliki karakter, potensi dan kebutuhan pemuda yang berbeda.

“Ada yang sudah punya struktur tetapi kulturnya belum hidup, ada juga yang kulturnya sudah berjalan tetapi belum memiliki struktur,” ujarnya.

Karena itu, PW PMI Papua Tengah telah menyiapkan sejumlah program kepemudaan yang nantinya dapat dikolaborasikan bersama remaja masjid di Mimika.

“Beberapa program sudah kami susun, tinggal disosialisasikan ke masjid-masjid untuk dikerjakan bersama-sama,” kata Risky.

Ia menegaskan, PMI Papua Tengah tidak ingin kunjungan ke puluhan masjid tersebut berhenti sebatas pemetaan dan silaturahmi. Hasil kunjungan akan menjadi dasar untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih berkelanjutan dengan pengurus masjid serta kelompok pemuda Muslim.

Menurut Risky, keberadaan masjid di tengah masyarakat menjadi modal penting untuk membangun generasi muda yang aktif dan produktif. Dengan pengelolaan yang baik, pemuda tidak hanya hadir sebagai jamaah, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai penggerak kegiatan sosial dan kepemudaan.

Karena itu, pengurus masjid didorong memberikan ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi serta mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan masing-masing.

Pemuda Harus Diberi Ruang

PMI Papua Tengah juga menilai pengembangan generasi muda tidak dapat dibebankan kepada satu organisasi saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pengurus masjid, tokoh agama, orang tua, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan hingga pemerintah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi pemuda Muslim di Mimika dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemuda tidak cukup hanya dibicarakan. Mereka harus diberikan ruang untuk belajar, berkembang, berorganisasi, dan mengambil peran di tengah masyarakat,” tegas Risky.

Melalui program dan kolaborasi tersebut, PMI Papua Tengah berharap masjid di Mimika ke depan tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi muda yang aktif, kreatif, mandiri dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.