Lewati ke konten utama

Diskominfo Mimika Gelar Rakor Smart City Mimika, Tekankan Teknologi Harus Jawab Persoalan Masyarakat

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.14 WIT3 menit baca128 dibaca
Rakor Dewan Smart City Kabupaten Mimika membahas finalisasi masterplan dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transformasi digital pemerintahan.
Rakor Dewan Smart City Kabupaten Mimika membahas finalisasi masterplan dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transformasi digital pemerintahan.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Smart City Kabupaten Mimika, Jumat (18/9/2026).

Rakor yang berlangsung di salah satu hotel di Timika tersebut menjadi forum untuk mematangkan implementasi program kota cerdas sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung transformasi pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Mimika.

Kegiatan diikuti sekitar 60 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.

Ketua panitia, Blasius Rahangier, dalam laporannya mengatakan Rakor tersebut salah satunya membahas finalisasi dokumen rencana induk atau masterplan Smart City Kabupaten Mimika.

Menurutnya, forum tersebut juga diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai program terkait implementasi dan pengembangan Smart City sekaligus merumuskan langkah strategis guna mempercepat pencapaian target kota cerdas di Mimika.

“Melalui rapat ini diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan Mimika yang cerdas, nyaman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rakor tersebut menghadirkan narasumber dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memberikan masukan terkait pengembangan dan implementasi program Smart City.

Membuka kegiatan mewakili Bupati Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Herry Onawame menyatakan, konsep Smart City tidak boleh dipahami sebatas penggunaan teknologi maupun banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah daerah.

Menurut Herry, ukuran keberhasilan kota cerdas justru terletak pada sejauh mana teknologi dan pengelolaan data mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Smart City bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya dan data yang ada untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan penerapan Smart City di Mimika harus diarahkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan mendasar, termasuk percepatan penurunan angka stunting dan kemiskinan.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui pelayanan publik yang lebih tepat sasaran, intervensi berbasis data serta koordinasi yang semakin kuat antar-OPD dan lintas sektor.

“Keberhasilan Smart City pada akhirnya harus diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap persoalan-persoalan mendasar, bukan sekadar dari jumlah aplikasi yang dimiliki,” katanya.

Herry juga meminta seluruh anggota Dewan Smart City dan pemangku kepentingan memastikan setiap program berjalan sesuai masterplan yang telah ditetapkan serta tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat karena pembangunan kota cerdas tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah seorang diri.

Selain kolaborasi, akurasi dan integrasi data disebut menjadi salah satu kunci utama. Data yang berkualitas diperlukan agar setiap kebijakan dan program pemerintah benar-benar berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat.

“Tanpa data yang baik, program Smart City yang kita bangun hanya akan menjadi ilustrasi tanpa arah yang jelas,” ujarnya.

Herry berharap Rakor Dewan Smart City tersebut mampu menghasilkan langkah konkret dan strategi bersama untuk mempercepat transformasi digital pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif bagi masyarakat Mimika.

Ia kembali mengingatkan bahwa pembangunan kota cerdas bukan perlombaan memiliki teknologi terbanyak, melainkan bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Jangan ada ego sektoral. Mari berkolaborasi satu dengan yang lain demi kemajuan Mimika yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan koordinasi bersama terkait arah pengembangan Smart City Kabupaten Mimika.