Lewati ke konten utama

Beragam Kiat Dekranasda Pasarkan Produk Unggulan, Teras Mimika di Jakarta Jadi Etalase Karya Papua Tengah

Redaksi Fajar PapuaPenulis
21.37 WIT5 menit baca0 dibaca
Mewakili Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana menggunting pita tanda peresmian outlet Teras Mimika di gedung SMESCO, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Mewakili Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana menggunting pita tanda peresmian outlet Teras Mimika di gedung SMESCO, Jakarta, Kamis (22/1/2026).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Dari Mimika menuju Jakarta, produk kerajinan dan UMKM lokal mulai mendapatkan ruang di pusat promosi nasional. Teras Mimika hadir bukan sekadar sebagai ruang pamer, tetapi menjadi jembatan yang mempertemukan karya perajin Papua Tengah dengan pasar yang lebih luas.

Selama ini, kekayaan kerajinan Mimika tumbuh dari tangan-tangan terampil masyarakat lokal. Noken, ukiran khas suku Kamoro, kain ecoprint bermotif Papua, kerajinan kulit buaya, hingga beragam produk kriya dan olahan UMKM menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Mimika.

Namun, kualitas produk saja tidak cukup. Tantangan terbesar pelaku UMKM adalah bagaimana karya tersebut keluar dari pasar lokal dan dikenal oleh konsumen di tingkat nasional.

Dari kebutuhan itulah gagasan menghadirkan Teras Mimika mengambil peran penting.

Berlokasi di Gedung SMESCO, Jakarta, Teras Mimika menjadi ruang bagi produk-produk unggulan Mimika untuk tampil di tengah ekosistem promosi dan pemasaran UMKM nasional. Kehadirannya sekaligus menandai langkah Pemerintah Kabupaten Mimika membawa potensi ekonomi kreatif daerah ke panggung yang lebih luas.

Teras Mimika diresmikan pada Kamis, 22 Januari 2026, dan kemudian ditetapkan sebagai ruang yang dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika.

Penunjukan tersebut bukan sekadar urusan pengelolaan sebuah ruang pamer. Di baliknya terdapat harapan agar pembinaan perajin dan pelaku UMKM Mimika dilakukan secara lebih terarah, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, hingga pemasaran.

Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan, Teras Mimika diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat memajang produk, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku UMKM serta perajin lokal.

“Teras Mimika kami percayakan kepada Dekranasda agar pengelolaan kerajinan lokal lebih terarah. Kami ingin produk-produk Mimika memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” kata Johannes Rettob.

Dari Etalase Menjadi Pintu Pasar

Bagi Dekranasda Mimika, Teras Mimika menjadi kesempatan untuk membangun ekosistem UMKM yang tidak berhenti pada kegiatan pameran.

Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Herawati Rettob, melihat keberadaan Teras Mimika sebagai ruang untuk mendorong perajin dan pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas karya.

Fokusnya tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada bagaimana sebuah produk memiliki identitas, tampilan, kemasan dan nilai jual yang mampu bersaing.

“Kami akan memaksimalkan peran Teras Mimika sebagai etalase promosi sekaligus ruang pembinaan bagi perajin dan pelaku UMKM agar terus berinovasi dan berkembang,” ujarnya.

Konsep tersebut penting karena persaingan produk UMKM di pasar nasional semakin terbuka. Produk lokal tidak lagi cukup hanya memiliki nilai budaya. Produk juga dituntut memiliki kualitas konsisten, desain menarik, kemasan yang baik serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.

Di titik inilah Dekranasda memiliki ruang untuk mempertemukan kekuatan budaya Mimika dengan tuntutan pasar modern.

Membawa Identitas Mimika ke Pusat Ekonomi

Jakarta menjadi titik penting dalam perjalanan Teras Mimika. Berada di lingkungan SMESCO, produk asal Mimika memiliki peluang untuk dikenal oleh konsumen, pelaku usaha, calon mitra maupun jaringan pemasaran yang lebih luas.

Dukungan pemerintah pusat juga memperkuat langkah tersebut.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Temmy Satya Permana, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Mimika menghadirkan Teras Mimika di pusat promosi nasional.

Menurutnya, kehadiran Teras Mimika menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membuka akses pasar bagi UMKM.

Direktur SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, juga menyatakan dukungan terhadap promosi dan pemasaran produk-produk unggulan Mimika melalui berbagai program penguatan UMKM.

Dengan demikian, Teras Mimika memiliki makna lebih besar daripada sekadar sebuah gerai.

Ia menjadi pintu masuk bagi karya-karya Mimika untuk berkenalan dengan pasar Jakarta sekaligus membuka kemungkinan kemitraan yang lebih luas.

Ketika Budaya Menjadi Kekuatan Ekonomi

Keunggulan produk Mimika terletak pada cerita yang melekat di dalamnya.

Noken bukan sekadar benda kerajinan. Ukiran Kamoro bukan hanya produk dekorasi. Motif Papua pada kain dan berbagai karya kriya membawa identitas budaya yang menjadi pembeda ketika produk tersebut masuk ke pasar yang lebih luas.

Karena itu, pengembangan UMKM Mimika memiliki dua tujuan yang berjalan bersamaan: memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya lokal.

Tantangannya adalah bagaimana nilai budaya tersebut diterjemahkan menjadi produk yang relevan dengan selera pasar tanpa kehilangan karakter aslinya.

Teras Mimika dapat menjadi ruang untuk proses tersebut. Perajin tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk, tetapi juga belajar membaca kebutuhan konsumen, mengembangkan desain, memperbaiki kemasan dan membangun jaringan pemasaran.

Jika proses ini berjalan konsisten, maka produk yang lahir dari kampung-kampung di Mimika tidak harus berhenti di pasar lokal.

Langkah Panjang dari Mimika ke Pasar Nasional

Menembus Jakarta tentu bukan akhir dari perjalanan UMKM Mimika. Justru, kehadiran Teras Mimika dapat menjadi awal dari proses yang lebih panjang.

Keberhasilan Teras Mimika nantinya tidak hanya diukur dari seberapa banyak produk yang dipajang, tetapi dari seberapa jauh ruang tersebut mampu menciptakan peluang baru bagi perajin dan pelaku UMKM.

Mulai dari bertambahnya jaringan pemasaran, terbukanya kemitraan, meningkatnya kualitas produk, hingga tumbuhnya pelaku usaha baru.

Di sisi lain, keberadaan Teras Mimika membawa pesan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak selalu harus dimulai dari industri berskala besar.

Tangan perajin, kreativitas pelaku UMKM, kekayaan budaya dan inovasi produk lokal juga memiliki potensi untuk menjadi kekuatan ekonomi.

Dari Mimika, karya-karya itu kini mendapat panggung di Jakarta.

Dan dari sebuah ruang bernama Teras Mimika, harapan itu sedang dibangun: menjadikan produk lokal Papua Tengah bukan hanya dikenal karena asalnya, tetapi juga dihargai karena kualitas, keunikan dan nilai ekonominya.

Mimika sedang membuka pintu pasarnya. Jakarta menjadi salah satu pintu masuknya.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.