Lewati ke konten utama

PLN Salurkan Bantuan Sembako dan Resmikan Program Pengajar Binaan di Panti Asuhan Al-Hijrah Sorong

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
21.11 WIT3 menit baca9 dibaca
Perwakilan PLN menyerahkan bantuan sembako kepada Yayasan Al-Hijrah yang terdiri dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan harian 45 santri dan 7 pengasuh.
Perwakilan PLN menyerahkan bantuan sembako kepada Yayasan Al-Hijrah yang terdiri dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan harian 45 santri dan 7 pengasuh.Foto / Ekonomi
Bagikan berita ini
Aa

Sorong, fajarpapua.com – PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Papua melalui aksi sosial dan pendidikan.

Kali ini, PLN menyalurkan bantuan sembako sekaligus meresmikan Program Pengajar Binaan di Yayasan Al-Hijrah Panti Asuhan Putra Putri Muslim Asli Papua, Kelurahan Malawele, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6) pekan lalu tersebut menjadi bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan gizi para santri di panti asuhan yang telah berdiri sejak Oktober 2002 itu.

Sebanyak 45 santri dan tujuh orang pengasuh menerima bantuan berupa paket sembako yang terdiri atas beras, telur, minyak goreng, gula pasir, serta mi instan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung operasional harian yayasan serta memastikan kebutuhan pangan para penghuni panti tetap terpenuhi dengan baik.

Tak hanya menghadirkan bantuan kebutuhan pokok, PLN juga meluncurkan Program Pengajar Binaan sebagai bentuk pemberdayaan berkelanjutan.

Melalui program ini, relawan Gencar Sorong Raya akan mendampingi para santri dalam proses pembelajaran secara intensif sebanyak tiga kali dalam sepekan selama enam bulan ke depan.

Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan ilmu keagamaan, mulai dari fikih, tajwid, hingga muamalah.

Program ini juga mengusung metode train the trainer, yakni mencetak calon pengajar dari kalangan santri sendiri agar mampu meneruskan ilmu yang diperoleh kepada adik-adik mereka secara mandiri setelah program berakhir.

Ketua Pengurus Yayasan Al-Hijrah, Ibu Ahmad, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian PLN terhadap anak-anak di yayasan tersebut.

"Kami berterima kasih banyak kepada PLN karena sudah memberikan perhatian kepada yayasan kami dalam bentuk bantuan sembako serta pendampingan melalui Program Pengajar Binaan. Semoga melalui program ini, anak-anak di yayasan semakin memperkuat ilmu agama yang nantinya bisa bermanfaat di dunia maupun akhirat," ujarnya, Senin (22/6).

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan program tersebut didanai dari zakat, infak, dan sedekah yang disisihkan oleh pegawai PLN setiap bulan melalui Yayasan Baitul Maal.

Menurutnya, PLN tidak hanya berperan menyediakan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membangun kualitas sumber daya manusia di Papua.

"Melalui YBM, PLN tidak hanya hadir untuk menerangi Papua dengan keandalan listrik, tetapi juga berupaya menerangi masa depan anak-anak kita melalui pendidikan. Kami berharap bantuan sembako ini dapat meringankan beban yayasan, sementara Program Pengajar Binaan akan menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak SDM yang mandiri dan unggul," tegas Roberth.

Program ini menjadi bukti bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak sebatas menghadirkan terang melalui listrik. Lebih dari itu, PLN turut berkontribusi dalam membangun generasi muda Papua yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kemandirian untuk menghadapi masa depan. (Humas PLN)