Lewati ke konten utama

Kemenhub: Rute Perintis Kargo jadi Logistik Jembatan Udara Daerah 3TP

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.03 WIT2 menit baca75 dibaca
Pesawat penerbangan perintis
Pesawat penerbangan perintisFoto / Ekonomi
Bagikan berita ini
Aa

Jakarta, fajarpapua.com- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara mengungkapkan 46 rute perintis kargo pada tahun depan digunakan untuk pemenuhan logistik jembatan udara di daerah 3TP (Terpencil, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan).

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan dalam pagu indikatif tahun anggaran 2027 telah teralokasikan anggaran sebesar Rp633,95 miliar pada 23 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Koordinator wilayah (Korwil) Perintis untuk melaksanakan layanan keperintisan yaitu 260 rute perintis penumpang dan 46 rute perintis kargo.

"Khusus 46 rute perintis kargo terdapat pada 7 KPA Korwil Perintis yang akan digunakan untuk pemenuhan logistik jembatan udara di daerah 3TP yaitu di wilayah Tarakan, Masamba, Timika, Dekai, Tanah Merah, Oksibil, dan Wamena," ujar Lukman dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.

Kemenhub, katanya, terus mengoptimalkan penyelenggaraan angkutan perintis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

"Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pemerataan pembangunan, penyelenggaraan angkutan udara perintis terus dioptimalkan agar mampu menjangkau wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses," ujar Lukman.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan terus berupaya mewujudkan Asta Cita dengan memprioritaskan konektivitas dan keselamatan transportasi untuk melayani masyarakat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan Kemenhub terus mengembangkan konektivitas dan keselamatan secara serius pada seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, serta perkeretaapian.

Menurutnya konektivitas dan keselamatan pada sektor transportasi memiliki efek ganda yang besar bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, terbukanya peluang usaha, serta berkurangnya kesenjangan antarwilayah.

Pada sektor transportasi udara, pengembangan dilakukan melalui layanan penerbangan perintis dan jembatan udara. Saat ini terdapat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, serta 1 rute subsidi udara kargo.

Menurut Dudy, perintis masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, mengingat rute-rute tersebut secara ekonomis belum memadai.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.