Lewati ke konten utama

Resmi Jabat Ketua IDI Timika, dr. Enny Kenangalem Ajak Dokter Aktif Turun Lapangan Perkuat Pencegahan Penyakit

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
21.39 WIT3 menit baca245 dibaca
Pelantikan Pengurus baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Timika masa bakti 2025–2028
Pelantikan Pengurus baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Timika masa bakti 2025–2028Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pengurus baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Timika masa bakti 2025–2028 menunjukkan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.

Usai resmi dilantik pada Minggu (28/6), Ketua IDI Cabang Timika, dr. Enny Kenangalem, M.Biomed, mengajak seluruh dokter memperkuat upaya pencegahan penyakit sekaligus lebih aktif hadir di tengah masyarakat.

Pelantikan tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika Ny. Susy Rettob, serta Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nickanor K.R. Wonatorey, Sp.U.

Dalam sambutannya, dr. Enny menegaskan kepengurusan yang baru berkomitmen membangun kolaborasi yang lebih erat untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang semakin kompleks di Mimika.

Menurutnya, penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis (TBC), dan HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius. Di sisi lain, penyakit degeneratif dan berbagai penyakit baru juga mulai bermunculan sehingga membutuhkan kesiapan seluruh tenaga kesehatan.

"Malaria masih menjadi pekerjaan rumah kita. Di sisi lain, berbagai penyakit baru juga mulai muncul sehingga membutuhkan kesiapan seluruh tenaga kesehatan," ujarnya.

Ia menilai persoalan kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya oleh dokter semata.

Karena itu, IDI Timika bertekad memperkuat sinergi dengan seluruh tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal.

Selain itu, dr. Enny mendorong seluruh dokter agar tidak hanya memberikan pelayanan di rumah sakit maupun klinik, tetapi juga aktif turun langsung ke lingkungan masyarakat melalui pendekatan kesehatan masyarakat (public health).

Menurutnya, penguatan layanan promotif dan preventif harus menjadi prioritas agar masyarakat mendapatkan edukasi kesehatan sejak dini dan mampu mencegah berbagai penyakit.

"Dokter tidak hanya bertugas melayani pasien di fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu turun ke masyarakat untuk melihat langsung kondisi mereka, memberikan edukasi, serta mengampanyekan pola hidup sehat," katanya.

Ia berharap kepengurusan baru IDI Cabang Timika mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui penyuluhan dan edukasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua IDI Mimika periode sebelumnya, dr. Leonard Pardede, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah bersama-sama membangun organisasi selama masa kepemimpinannya.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan semangat pengabdian dengan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus berdampak. Kalau tidak berdampak, tidak ada gunanya menjadi dokter. Layani masyarakat sebagaimana kita ingin dilayani,” ujar Pardede.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan antar sejawat, memperkuat solidaritas profesi, dan terus meningkatkan kompetensi agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat semakin bermutu.

Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nickanor K. R. Wonatorey, mengatakan pelantikan pengurus baru merupakan bagian dari estafet kepemimpinan organisasi profesi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga martabat dokter sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa organisasi semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan kesehatan di Papua.

Wonatorey, juga mengingatkan seluruh dokter agar senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, integritas, dan semangat belajar di tengah pesatnya perkembangan dunia kedokteran.

“Etika profesi, integritas, dan peningkatan kompetensi harus terus menjadi landasan utama dalam setiap pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” timpalnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Sekretaris Daerah Abraham Kateyau menegaskan bahwa Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada IDI sebagai mitra strategis dalam pembangunan sektor kesehatan.