Lewati ke konten utama

Tangani Pasien Gawat Darurat, RSUD Mimika Perkuat Kompetensi Dokter dan Perawat IRD

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.04 WIT2 menit baca77 dibaca
Foto bersama usai kegiatan penguatan kompetensi dokter dan perawat IRD RSUD Mimika.
Foto bersama usai kegiatan penguatan kompetensi dokter dan perawat IRD RSUD Mimika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika kian memperkuat kualitas pelayanan di Instalasi Rawat Darurat (IRD). Salah satunya melalui In House Training Triase Officer dan Manajemen Nyeri yang diikuti dokter umum dan perawat IRD.

Pelatihan digelar dalam dua gelombang, yakni pada 6 dan 13 Agustus 2026, dengan total peserta sekitar 20 tenaga medis.

Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit menyamakan pemahaman dan meningkatkan kompetensi petugas dalam memberikan penanganan awal kepada pasien.

Menurutnya, kemampuan melakukan triase dan menilai tingkat nyeri sangat penting dalam pelayanan kegawatdaruratan. Setiap pasien yang datang harus segera dinilai kondisinya agar tindakan medis dapat diberikan secara tepat dan sesuai standar pelayanan.

“Pelatihan ini penting agar dokter dan perawat di UGD memiliki pemahaman yang seragam. Ketika pasien datang dengan keluhan nyeri, petugas dapat segera menentukan skala nyeri dan tindakan sesuai protap,” kata dr. Faustina usai penutupan pelatihan di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD Mimika, Kamis (13/8/2026).

Pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga medis yang telah lama bertugas di IRD, tetapi juga menjadi pembekalan bagi dokter dan perawat yang baru bergabung.

Seluruh materi dalam pelatihan disampaikan narasumber dari lingkungan internal RSUD Mimika. Hal ini dimungkinkan karena RSUD Mimika memiliki sejumlah dokter spesialis dengan kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan.

Melalui pola pelatihan tersebut, manajemen rumah sakit berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

“Harapan kami, ilmu yang didapat bisa langsung diimplementasikan sehingga mutu dan kecepatan pelayanan pasien di ruang gawat darurat semakin baik,” ujarnya.

Ke depan, RSUD Mimika juga akan menjadikan perkembangan kasus di IRD sebagai salah satu dasar dalam menentukan materi pelatihan berikutnya.

Manajemen akan melihat pola penyakit yang paling banyak ditangani, termasuk tiga hingga lima kasus terbanyak, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga medis.

“Kalau di IRD kita lihat kasus apa yang tinggi, misalnya tiga besar atau lima besar, dari situ kita tentukan pelatihan berikutnya,” pungkas dr. Faustina. (moa)