Timika, fajarpapua.com – Tim SAR Gabungan terus menyisir sejumlah perairan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk mencari empat nelayan yang hilang kontak saat melaut di Perairan Atuka.
Memasuki hampir sepekan sejak mereka terakhir berkomunikasi dengan keluarga, keberadaan para nelayan tersebut masih belum diketahui.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, Charles Y. Batlajery, mengatakan operasi pencarian telah memasuki hari ketiga sejak resmi dimulai pada Sabtu (27/6).
Hingga kini, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan longboat maupun keempat nelayan tersebut.
Menurut Charles, berdasarkan analisis SAR Map, longboat diduga hanyut terbawa arus laut sekitar 20 nautical mile dari titik terakhir yang diperkirakan berada di kawasan Moroga dan Atuka.
"Operasi yang kami lakukan kemarin berdasarkan perhitungan SAR Map, perahu tersebut telah hanyut dan terbawa arus kurang lebih 20 nautical mile dari titik terakhir lokasi yakni Moroga dan Atuka," ujarnya.
Tim SAR Gabungan menyisir wilayah pencarian mulai dari Perairan Atuka di Distrik Mimika Tengah, Perairan Manasari di Distrik Mimika Timur Jauh, hingga Perairan Kokonao di Distrik Mimika Barat.
Meski area pencarian terus diperluas, hasilnya masih nihil.
Untuk memperkuat operasi, SAR Timika menggandeng Polsek Kokonao, Polsek Potowayburu, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta masyarakat pesisir yang turut membantu penyisiran di sepanjang perairan.
SAR Timika juga tengah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara agar pencarian dapat dilakukan dari udara. Langkah tersebut dinilai akan memperluas jangkauan pemantauan dan meningkatkan peluang menemukan longboat yang hilang.
"Kalau bisa melalui udara maka akan lebih efektif dan efisien untuk pencarian perahu dengan penumpang empat orang tersebut," kata Charles.
Pihak SAR turut mengimbau seluruh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk segera melapor apabila melihat longboat dengan ciri-ciri berwarna oranye, putih, dan biru, memiliki panjang sekitar 17 meter, serta menggunakan mesin ganda.
Empat nelayan tersebut diketahui berangkat mencari ikan sejak Selasa (23/6) dan dijadwalkan kembali pada Kamis (25/6).
Komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi pada Rabu (24/6). Saat itu mereka menyampaikan akan segera pulang sesuai rencana.
Namun hingga kini mereka tak kunjung kembali dan seluruh nomor telepon yang biasa digunakan sudah tidak dapat dihubungi.
Keluarga bersama masyarakat sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada SAR Timika.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi penyisiran masih terus dilakukan. Harapan keluarga dan masyarakat pun tetap sama, agar keempat nelayan tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat. (ron)















