Lewati ke konten utama

Rusak Mapolsek dan Ancam Anggota dengan Sajam, Warga Kaureh Ditembak Polisi, Kapolres Jayapura: Berawal dari Mediasi Kasus Pencurian

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
07.20 WIT3 menit baca248 dibaca
Kapolres Jayapura, Dionisius V.D.P. Helan
Kapolres Jayapura, Dionisius V.D.P. HelanFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Insiden penembakan terhadap seorang warga sipil oleh oknum anggota Polsek Kaureh, Kabupaten Jayapura, menjadi perhatian publik.

Kapolres Jayapura, Dionisius V.D.P. Helan, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari keributan saat proses mediasi kasus pencurian yang berlangsung di Polsek Kaureh pada Sabtu (27/6).

Menurut Kapolres, mediasi dilakukan untuk mempertemukan korban pencurian dengan terduga pelaku guna menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Namun, salah seorang warga yang merupakan keluarga terduga pelaku merasa tidak puas terhadap hasil mediasi tersebut.

"Pelaku pencurian hanya dipertemukan dengan keluarga yang kehilangan barang untuk menyelesaikan persoalan. Namun, korban penembakan mendapat informasi sepihak dan tidak menerima adiknya ditahan di Polsek sehingga datang membawa senjata tajam," ujar Dionisius saat memberikan keterangan, Selasa (30/6).

Kapolres menjelaskan, warga tersebut kemudian melakukan aksi pengrusakan dengan memecahkan kaca-kaca jendela Polsek Kaureh.

Meski sempat dilerai petugas, yang bersangkutan kembali ke rumah mengambil parang dan mendatangi kantor polisi.

Saat terjadi perdebatan, lanjutnya, warga tersebut diduga menyerang anggota polisi menggunakan parang.

Dalam situasi tersebut, salahsatu anggota Polsek Kaureh mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menggunakan peluru karet yang mengenai tubuh korban.

"Karena terjadi penyerangan terhadap anggota, dilakukan tindakan tegas dan terukur menggunakan peluru karet yang mengenai korban," jelasnya.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kaureh untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara atas arahan Kapolda Papua.

Kapolres menyampaikan penyesalannya atas insiden yang berujung pada penembakan warga tersebut.

Ia mengaku langsung mendatangi Polsek Kaureh bersama jajaran untuk melakukan pendekatan kepada keluarga korban sekaligus meredam situasi di tengah masyarakat.

"Kami sangat menyayangkan keributan ini hingga terjadi penembakan terhadap masyarakat. Kami langsung turun menemui keluarga korban untuk melakukan pendekatan," katanya.

Dalam penanganan situasi, personel Polri juga mendapat bantuan dari aparat TNI, termasuk Koramil Kaureh, sehingga kondisi keamanan dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Kapolres turut mengapresiasi dukungan TNI serta personel yang membantu mengamankan lokasi.

Sementara itu, oknum anggota Polsek Kaureh yang terlibat dalam insiden penembakan telah ditarik dari satuannya dan kini menjalani pemeriksaan bersama anggota lain yang berada di lokasi kejadian.

"Oknum anggota sudah kami tarik dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan sesuai prosedur," tegasnya.

Sementara itu, korban berinisial Y masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban telah menjalani operasi pembersihan luka akibat tembakan peluru karet dan kondisinya dilaporkan stabil.

Dokter juga memastikan tidak ditemukan proyektil peluru di dalam tubuh korban.

Di akhir keterangannya, Kapolres Jayapura menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan keluarga korban atas insiden tersebut serta memastikan proses penanganan kasus dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku. (hsb)