Lewati ke konten utama

Menakutkan, Hanya Dalam Hitungan Menit, Narasumber Seminar Disdukcapil Mimika Berhasil Mengambil Data dari Ponsel Peserta

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
11.32 WIT3 menit baca645 dibaca
Narasumber seminar memperagakan simulasi serangan siber dalam Seminar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Administrasi Kependudukan yang digelar Disdukcapil Kabupaten Mimika di Hotel Swiss-Belinn Timika, Kamis (2/7).
Narasumber seminar memperagakan simulasi serangan siber dalam Seminar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Administrasi Kependudukan yang digelar Disdukcapil Kabupaten Mimika di Hotel Swiss-Belinn Timika, Kamis (2/7).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Suasana Seminar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Administrasi Kependudukan yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika di Hotel Swiss-Belinn Timika, Kamis (2/7), mendadak hening saat narasumber meminta seluruh peserta mengeluarkan telepon genggam mereka.

Permintaan itu menjadi awal dari simulasi serangan siber yang telah dipersiapkan untuk memperlihatkan bagaimana data pribadi dapat terekspos hanya dalam hitungan menit apabila pengguna lengah.

Narasumber, Izzy, lebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada peserta. Ia menjelaskan, jaringan Wi-Fi yang digunakan selama seminar telah disiapkan sebagai bagian dari simulasi edukasi keamanan siber.

"Maaf sebelumnya, Bapak dan Ibu. Jaringan yang digunakan saat ini sebenarnya sudah saya siapkan sebagai bagian dari simulasi. Tujuannya bukan untuk memanfaatkan data peserta, melainkan agar kita semua bisa melihat secara langsung bagaimana seorang peretas dapat memanfaatkan kelengahan pengguna," ujarnya.

Pengakuan tersebut membuat peserta terkejut. Sebagian langsung memeriksa telepon genggam mereka, sementara lainnya memperhatikan layar presentasi.

Dalam demonstrasi itu, Izzy memperlihatkan bagaimana seorang pelaku kejahatan siber dapat memperoleh berbagai informasi dari perangkat korban melalui teknik yang memanfaatkan kelengahan pengguna.

Tak lama kemudian, layar presentasi menampilkan hasil simulasi. Sejumlah foto peserta yang diambil melalui akses kamera perangkat ditampilkan di depan ruangan. Demonstrasi live hacking itu juga memperlihatkan bagaimana informasi seperti username, password, lokasi perangkat hingga akses kamera dapat diperoleh ketika pengguna memberikan izin akses tanpa memahami risikonya.

Izzy merupakan praktisi teknologi informasi asal Kabupaten Mimika yang mengembangkan berbagai aplikasi dan situs web untuk instansi pemerintah maupun swasta. Ia juga menaruh perhatian pada bidang keamanan siber serta bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Manager IT PT Fajar Papua Mediatama, penerbit media online fajarpapua.com.

Menurut Izzy, simulasi tersebut sengaja dilakukan agar peserta dapat melihat secara langsung pola serangan siber yang kerap terjadi.

"Saat ini yang paling sering diretas bukan sistemnya, tetapi manusianya. Pelaku memanfaatkan rasa percaya, rasa penasaran, atau kelengahan pengguna. Itulah mengapa keamanan informasi harus dimulai dari kesadaran setiap individu," katanya.

Ia menjelaskan, banyak orang masih menganggap serangan siber identik dengan aksi membobol server menggunakan teknologi canggih. Padahal, pelaku lebih sering memanfaatkan teknik social engineering untuk memperoleh akses terhadap informasi penting.

Melalui simulasi tersebut, peserta diperlihatkan bagaimana tindakan sederhana, seperti membuka tautan yang tampak meyakinkan atau memberikan izin akses tanpa diperiksa terlebih dahulu, dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk memperoleh informasi sensitif. Sejumlah peserta mengaku terkejut setelah mengetahui informasi pribadi dapat terekspos dalam waktu singkat apabila aspek keamanan digital diabaikan.

"Bagaimana jika aksi seperti ini dilakukan ke gedung atau kantor pemerintahan, tentunya data sensitif seperti data ASN hingga keuangan dapat diperoleh dan dimanipulasi dengan mudah," ujarnya.

Selain memperlihatkan cara serangan dilakukan, Izzy juga menjelaskan langkah-langkah pencegahan, diantaranya menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda pada setiap layanan, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), memverifikasi alamat situs yang diakses, serta tidak sembarangan memberikan izin akses kepada aplikasi maupun halaman web yang tidak dikenal.

Seminar SMKI Administrasi Kependudukan tersebut merupakan bagian dari upaya Disdukcapil Kabupaten Mimika meningkatkan budaya keamanan informasi di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam melindungi data administrasi kependudukan.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.