Lewati ke konten utama

Perjalanan Dinas Dibatasi, Bupati Mimika Minta OPD Pangkas Program Tak Prioritas, Efisiensi Anggaran Jadi Fokus APBD 2027

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.48 WIT2 menit baca288 dibaca
Suasana apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (21/9).
Suasana apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (21/9).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih selektif dalam menyusun program dan kegiatan, dengan memangkas belanja yang tidak prioritas sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Rettob saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (21/9/2026).

Dikatakan, pembahasan APBD Perubahan 2026 saat ini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah bersama DPRK Mimika masih melakukan penyesuaian terhadap sejumlah usulan program OPD, terutama kegiatan yang dinilai prioritas namun belum terakomodasi dalam anggaran.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah mengharuskan setiap usulan program dan kegiatan diseleksi secara cermat. Program yang tidak mendesak dan tidak berkaitan langsung dengan target pembangunan perlu dievaluasi kembali.

“Jangan sampai kegiatan-kegiatan yang tidak penting justru mengeluarkan dana yang besar. Efisiensi harus kita lakukan,” ujarnya.

Ia menegaskan efisiensi tidak hanya dilakukan terhadap program, tetapi juga dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk perjalanan dinas, rapat, konsumsi dan kegiatan lainnya yang masih dapat ditekan.

Bupati Rettob mengatakan setelah pembahasan APBD Perubahan 2026 bersama DPRK Mimika rampung, pemerintah daerah akan melanjutkan tahapan penetapan sesuai mekanisme yang berlaku. Sebelumnya, ia menegaskan APBD Perubahan 2026 harus ditetapkan paling lambat 30 September 2026.

APBD 2027 Harus Lebih Efisien

Memasuki tahapan penyusunan APBD 2027, ia meminta seluruh OPD tidak menunggu hingga akhir tahun untuk mempersiapkan program dan kebutuhan anggaran.

Ia mengingatkan agar penyusunan anggaran tahun depan benar-benar mengacu pada visi dan misi pembangunan pemerintah daerah. Setiap program harus memiliki target yang jelas, terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Koordinasi, kolaborasi dan kerja sama dengan semua OPD harus diperkuat. Kita fokus pada kegiatan-kegiatan yang betul-betul menjadi target pembangunan Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Bupati juga meminta OPD menggali potensi yang ada di kampung dan distrik sebagai bagian dari perencanaan pembangunan. Usulan program, kata dia, harus disusun secara matang sehingga tidak sekadar memenuhi daftar kegiatan, tetapi memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Setiap OPD juga diminta mempersiapkan dan mempresentasikan rencana program beserta kebutuhan anggarannya. Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap kegiatan benar-benar dibutuhkan, dapat dilaksanakan dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Pemkab Mimika sebelumnya menargetkan APBD 2027 dapat ditetapkan pada November 2026 sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.

Karena itu, Bupati Rettob meminta seluruh pejabat dan OPD mulai bergerak sejak sekarang. Perencanaan yang matang, menurutnya, menjadi kunci agar anggaran daerah lebih efisien dan tidak terserap untuk kegiatan yang kurang prioritas.

Anggaran harus diarahkan pada program yang mendukung target pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mimika.