Lewati ke konten utama

Cegah Malaria Berulang, Puskesmas Timika Jaya Gencarkan Pengawasan Minum Obat Sampai Kampung

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.03 WIT3 menit baca54 dibaca
Puskesmas Timika Jaya
Puskesmas Timika JayaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, Fajarpapua.com – Upaya menekan angka penularan malaria di wilayah kerja Puskesmas Timika Jaya, Kabupaten Mimika, terus diperkuat. Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah program Pengawasan Menelan Obat (PMO) dengan melibatkan kader malaria hingga tingkat kampung.

Program ini menjadi salah satu perhatian utama mengingat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas sangat menentukan keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah malaria berulang.

Kepala Puskesmas Timika Jaya, dr. Jeannette Esther Maria Suak, MKM mengatakan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada pasien agar menjalani pengobatan sesuai aturan dan petunjuk tenaga kesehatan.

Menurutnya, masih ditemukan pasien yang kurang disiplin mengonsumsi obat, baik karena tidak mengikuti jadwal minum obat maupun menghentikan pengobatan sebelum seluruh rangkaian obat selesai.

"PMO ini benar-benar gencar kami lakukan, karena penyebab malaria berulang-ulang itu karena pasiennya tidak patuh, dalam hal ini tidak tepat waktu dan tidak menuntaskan semua jenis obatnya," ungkap Jeannette saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).

Langkah tersebut menjadi penting jika melihat tingginya temuan kasus malaria di wilayah pelayanan Puskesmas Timika Jaya. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 10.458 kasus malaria ditangani dari total 150.776 pemeriksaan warga.

Kelurahan Timika Jaya menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, yakni 3.096 kasus. Berikutnya Kelurahan Wanagon dengan 2.961 kasus, Kampung Minabua sebanyak 1.611 kasus, serta Kampung Hangaitji sebanyak 1.464 kasus.

Sementara itu, sebanyak 1.326 kasus lainnya merupakan warga dari luar wilayah kerja Puskesmas Timika Jaya yang turut mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan.

"Jadi itu adalah data temuan kasus yang kami layani sejak Januari hingga Oktober," jelasnya.

Untuk memperkuat pengendalian malaria, Puskesmas Timika Jaya juga mengembangkan sistem informasi pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan. Sistem tersebut menjadi bahan evaluasi dan perbandingan dalam memantau perkembangan kasus sekaligus menentukan strategi penanganan yang lebih efektif.

Jeannette menegaskan, setiap pasien yang dinyatakan positif malaria akan mendapatkan pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan. Meski demikian, keberhasilan pengobatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan pasien.

Selain kepatuhan menjalani pengobatan, masyarakat juga diminta berperan aktif memutus rantai penularan dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Warga diimbau rutin membersihkan genangan air, tidak membiarkan sampah menumpuk di sekitar rumah, serta menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Penggunaan kelambu saat tidur, baik pada siang maupun malam hari, juga perlu dibiasakan sebagai salah satu bentuk perlindungan dari gigitan nyamuk penyebab malaria.

Jeannette berharap keterlibatan kader malaria, keluarga pasien, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin memperkuat upaya pengendalian malaria di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, penanganan malaria tidak cukup hanya melalui pemeriksaan dan pemberian obat. Kepatuhan pasien menyelesaikan pengobatan serta konsistensi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam menekan penularan dan mencegah kasus malaria berulang.

Dengan dukungan seluruh pihak, upaya mewujudkan masyarakat Mimika yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman malaria diharapkan dapat berjalan semakin optimal.(sam)