Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Nawaripi akan Bangun Pusat Wisata Bagi Warga Mimika, Musrenbang Kampung Tuntas

IMG-20210203-WA0001
IMG-20210203-WA0001Foto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania menetapkan pembangunan kawasan wisata bagi warga sehingga dapat memberikan pemasukan bagi daerah dan kampung itu.

Rencana tersebut disepakati dalam musyawarah rencana pembangunan kampung beberapa waktu lalu.

Selain itu dalam musrenbang Kampung Nawaripi juga disepakati program prioritas lainnya yaitu verifikasi data, program Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai.

Kaur Keuangan Kampung Nawaripi, Yohanes Breachmans Dadi, SE mengatakan, untuk program BLT sendiri adalah lanjutan program tahun 2020 dengan anggaran yang disalurkan sebesar Rp 930,4 juta kemudian diteruskan pada 2021.

“Sesuai juklak dan juknis pemerintah pusat, BLT tahun 2020 akan kami lanjutkan penyalurannya pada tahun 2021 ini,” kata Yohanes kepada Fajar Papua.

Dia memaparkan, program verifikasi data yang menjadi pembahasan pada Musrenbang mengharuskan pemerintah kampung Nawaripi melakukan pendaatan ulang warganya secara keseluruhan.

“Jadi kita membuat data terbaru setiap KK yang terdiri dari 18 RT di kampung Nawaripi, dengan total anggaran kurang lebih Rp 300 juta,” terang dia.

Tidak hanya itu, musrembang juga memprioritaskan program Padat Karya Tunai. Untuk suksesnya program tersebut, pihaknya sudah meminta usulan dan pendapat dari setiap ketua RT sebagaimana program kerja di masing-masing wilayah.

Program Padat Karyat Tunai nantinya hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 400 juta. Padat karya ini termasuk perencanaan program Pendidikan dan Kesehatan.

“Semoga kegiatan musyawarah dan perencanaan ini bisa berjalan dengan baik di awal tahun 2021, sehingga bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan demi kepentingan masyarakat di kampung Nawaripi,” harap Yohanes.

Sementara itu Kepala Kampung Nawaripi, Norbertus Ditubun bersyukur karena kampung Nawaripi dibawah kepemimpinannya sudah menyelesaikan Musrenbang tahun 2021 yang menggunakan sisa dana desa tahun 2020 sebesar Rp 26 juta.

“Puji Tuhan sekarang kampung Nawaripi bisa menyelesaikan Musrenbang 2021 dan bisa menyepakati beberapa program prioritas bagi pembangunan dan kesejahteraan warga," kata dia

Pada penetepan Musrenbang Norman menjelaskan sebanyak 770 warga Nawaripi akan menerima dana BLT tahun 2021. Selain itu pihaknya akan melakukan pemuktahiran data warga dan pemetaan wilayah adat kampung Nawaripi, hal itu dilakukan agar secara administrasi bisa tertata rapi.

“Pemuktahiran data dan pemetaan wilayah kampung Nawaripi yang dibahas dalam Musrenbang, nantinya menggunakan anggaran sebesar Rp 300 juta,” jelas Norman.

Dia juga menambahkan, pihaknya akan menciptakan satu area tempat wisata yang nantinya akan menjadi aset milik kampung Nawaripi, dan jadi sumber pendapatan asli kampung.

“Rencananya bulan Maret atau April kami sudah mulai melakukan pembersihan di lokasi. Dan diharapkan warga Nawaripi bisa saling bahu membahu dalam mendukung program ini,” ujarnya.

Selain tempat wisata yang menjadi program kerja, Norman juga mengatakan dalam waktu dekat Balai Latihan Kerja (BLK) kampung Nawaripi akan segera dibuka.

“Setelah sudah dibuka dan diresmikan BLK, nanti kami akan menjaring masyarakat Nawaripi, khususnya Putra-putri Kamoro untuk bisa mengasah skill dan bakat mereka. Agar bisa menjadi SDM yang berkualitas, dan siap pakai ketika sudah terjun ke dunia industri dimanapun itu,” tukasnya.

Musrenbang dihadiri Kadistrik Wania, Richard Wakum, sekcam, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, perwakilan pendidikan, perwakilan kesehatan, Babinkamtibmas, Babinsa, Bamuskam, tokoh agama dan beberapa perwakilan masyarakat.(mar)