Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Sudah Ditarik Masyarakat Rp 149 Miliar, Ini Total Sisa Dana Titipan BI di Bank Mandiri Timika

Kepala Cabang Utama Bank Mandiri Timika Dagomes Lein
Kepala Cabang Utama Bank Mandiri Timika Dagomes LeinFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Bank Mandiri Cabang Utama Timika selaku bank kas titipan Bank Indonesia Jayapura selama masa puasa dan menjelang Idul Fitri dipercaya menyalurkan dana kepada masyarakat sebesar Rp 250 miliar.

Dana tersebut disalurkan melalui anggota peserta yakni sejumlah bank yang ada di Timika.

Kepala Kantor Bank Mandiri Cabang Utama Timika, Dagomes Lein kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (7/5) mengatakan hingga saat ini dana yang sudah ditarik masyarakat sebesar Rp 149 miliar melalui bank peserta di Timika."

"Kami jaga limit yang dikasih Bank Indonesia. Limit ini berdasarkan historikal tahun - tahun sebelumnya. Jika kondisi short maka BI selalu droping rutin ke Bank Mandiri sebagai Kas Titipan," ungkapnya.

BI Papua Alokasikan 1,1 Juta Lembar Jang Khusus Rp 75 Ribu(Opens in a new browser tab)

Awalnya Timika dijatah Rp 200 miliar, namun karena permintaan meningkat maka ditambah Rp 250 miliar.

"Jadi sejak awal puasa hingga minus 7 lebaran sudah disalurkan sebanyak 149 miliar. Sisanya tinggal Rp 101 miliar," ujarnya.

Dikatakan, permintaan dana sangat tinggi dan ini akan berlangsung hinggal Lebaran nanti.
Dagomes menerangkan, jika dalam penyaluran misalnya Bank BNI mengalami kekurangan maka bisa diambil di bank lain seperti BRI, Danamon dan lain-lain.

"Kemudian jika bank-bank ini persediaan terbatas silahkan langsung minta ke Mandiri sebagai Kas Titipan BI di Timika. Soal laporan masuk melalui Bank Mandiri, lalu Mandiri lanjutkan ke BI di Jayapura," paparnya.

Diterangkan, permintaan Timika cukup tinggi dimana dari nilai Rp 250 miliar, yang sudah ditarik masyarakat Rp 149 miliar.

"Angka bukan kecil, itu pertanda animo warga Mimika cukup tinggi dalam memanfaatkan dana. Jadi hingga hari raya Lebaran nanti sisa uang yang belum diambil masyarakat sebesar Rp 101 miliar, dan ini akan terus meningkat hingga hari puncak dan sesudah lebaran," tukasnya.

Ironis !!! Guru PNS yang Ditarik dari YPPK Ditugaskan ke Sekolah Negeri yang Justru "Kelebihan" Guru(Opens in a new browser tab)

Soal limit yang diberikan ke seluruh anggota peserta dia mengakui tidak ada batasan. Sepanjang bank mampu menyalurkan berapa saja dipersilahkan.

Menjawab masalah pandemi, kata diakui Dagomes tidak berpengaruh terhadap pergerakan uang, sisi usaha dan penggunaan uang oleh masyarakat.(mar)