Merauke, fajarpapua.com – Malam di ufuk timur biasanya datang lebih cepat.
Bagi anak-anak di Yayasan Al Khodijah Merauke, saat jarum jam menunjuk pukul tujuh malam, buku-buku pelajaran sering kali harus ditutup lebih awal.
Temaramnya lampu tak lagi sanggup menemani mata membaca akibat keterbatasan daya listrik yang membuat ruang belajar dipeluk remang.
Namun, pemandangan itu kini tinggal kenangan. Hampir satu bulan terakhir, malam-malam di ruang-ruang Yayasan Al Khodijah berpendar terang benderang.
Anak-anak asuh kini bisa merampungkan tugas sekolah dengan senyum yang tak kalah terang dari lampu di atas kepala mereka.
Terangnya malam di yayasan tersebut bermula dari antusiasme masyarakat yang mengantre membeli paket sembako pada pasar murah yang digelar PT PLN (Persero).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), seluruh hasil penjualan tersebut dialihkan menjadi bantuan penyambungan kWh meter, instalasi listrik, serta penambahan daya bagi fasilitas umum dan masyarakat prasejahtera, diantaranya Yayasan Al Khodijah.
Bagi para pengurus yayasan, aliran listrik ini menjadi jawaban atas doa yang dipanjatkan setiap malam.
Keterbatasan daya yang dulu sering menghambat aktivitas kini tidak lagi menjadi persoalan.
“Dulu, kegiatan mengaji malam seringkali harus dibatasi karena kondisi penerangan yang kurang memadai. Alhamdulillah, dengan bantuan listrik dari program PLN dan warga ini, anak-anak kami sekarang bisa belajar dengan nyaman. Semangat mereka berlipat ganda melihat terang di ruangan ini,” ujarnya Wakhidan, salah satu pengawas Yayasan Al Khodijah, Kamis (2/4/2026).
Wakhidan menjelaskan, bantuan pasang baru kWh listrik dilakukan pada gedung asrama guru serta ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP) anak-anak yang sebelumnya hanya bertumpu pada satu instalasi listrik di gedung masjid.
Dengan kondisi listrik yang terbatas, penghuni yayasan sebelumnya hanya menggunakan lampu sebagai penerangan serta kipas angin agar daya tidak turun dan bisa digunakan merata.
“Karena saat ini kebutuhan listrik dirasa sangat cukup bahkan berlebih, tidak menutup kemungkinan kami bisa melakukan penambahan penggunaan alat-alat elektronik yang dapat menunjang kegiatan 256 siswa, baik yang tinggal di yayasan maupun yang datang untuk sekolah, serta kebutuhan para guru. Terima kasih PLN atas kepeduliannya. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak menebar kebaikan,” tuturnya.
Hingga saat ini, program bantuan pemasangan listrik gratis dan penambahan daya bagi fasilitas umum tersebut telah terealisasi kepada 25 pelanggan, terdiri dari 16 fasilitas umum dan 9 rumah pelanggan prasejahtera.
Ke depan, dana bantuan yang terkumpul dari penjualan 1.200 paket sembako seharga Rp70.000 masih akan terus disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Merauke.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar mengungkapkan, PLN terus berkomitmen menghadirkan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Energi listrik tidak hanya menjadi penopang aktivitas, tetapi juga sarana pendukung penting bagi sektor pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan.
“Program konversi dana sembako ini menjadi bukti PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai tetangga, sahabat, dan penggerak sosial yang peduli terhadap lingkungan. Ke depan, kami akan terus menyisir lokasi-lokasi sosial mulai dari panti asuhan, sekolah, hingga tempat ibadah di pelosok Papua dan Papua Barat agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam kegelapan,” bebernya. (Humas PLN)








Komentar (0)