BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Kokurikuler Day 2026 SATP Mimika, Panggung Kreativitas dan Pembentukan Karakter Generasi Papua

165
×

Kokurikuler Day 2026 SATP Mimika, Panggung Kreativitas dan Pembentukan Karakter Generasi Papua

Share this article
Para murid SATP saat melakukan tarian nusantara.

Timika, fajarpapua.com – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui penyelenggaraan Kokurikuler Day 2026 bertajuk “Karya Nusantara Kreativitas Anak Bangsa” yang digelar pada 9–10 April 2026 di Hall 2 SATP, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat karakter melalui berbagai pertunjukan, mulai dari dongeng nusantara, drama kelas 2, hingga ragam karya tematik dari setiap jenjang pendidikan.

iklan

Kepala Sekolah SD-SMP SATP, Sonianto Kuddi, mengatakan kegiatan kokurikuler merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran mendalam yang menekankan suasana belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa.

“Pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan seperti ini. Kokurikuler menjadi sarana untuk memperdalam dan memperkaya materi yang sudah diperoleh siswa di pagi hari,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian siswa SMP SATP yang berhasil lolos ke tahap lanjutan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), sebagai bukti bahwa kualitas pendidikan di SATP terus berkembang.

“Ini adalah honai prestasi bagi anak-anak Papua dari berbagai suku, termasuk Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya,” tambahnya.

Lebih dari sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, kegiatan ini juga diarahkan pada pembentukan karakter siswa, seperti kedisiplinan, kerja sama, kepatuhan, serta tanggung jawab.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dewa Komang Tri Mahayana, menjelaskan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Januari 2026 dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif.

“Setiap minggu kami melakukan pertemuan untuk menyusun konsep kegiatan, termasuk target yang harus dicapai siswa hingga hari pelaksanaan. Ini menjadi pengalaman belajar yang terstruktur dan bermakna,” jelasnya.

Beragam kegiatan ditampilkan sesuai jenjang kelas. Kelas 2 menampilkan drama dan tari nusantara, kelas 3 menggelar market day dengan aneka kuliner khas, kelas 4 fokus pada karya lingkungan dengan memanfaatkan bahan bekas menjadi pot tanaman, kelas 5 menyusun buku cerita rakyat Papua, dan kelas 6 menampilkan tarian tradisional.

“Kegiatan ini terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran seperti seni budaya, Pancasila, bahasa Indonesia, hingga pendidikan lingkungan hidup,” tambahnya.

Perwakilan Yayasan, Oktavianus V. Rori, turut memberikan apresiasi atas inovasi pendidikan yang dilakukan SATP.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi lembaga serta dukungan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi langkah sekolah dalam menghadirkan inovasi pendidikan. Ini sejalan dengan tujuan bersama untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkualitas bagi anak-anak Papua,” ujarnya.

Melalui Kokurikuler Day 2026, SATP tidak hanya menghadirkan panggung kreativitas, tetapi juga menegaskan perannya sebagai wadah pembinaan generasi muda Papua yang berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing di masa depan. (moa)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP