Lewati ke konten utama

Presiden Prabowo Terharu Terima Lukisan Karya Anggota Dekranasda Mimika Saat Penutupan PENAS KTNA XVII

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
16.28 WIT2 menit baca371 dibaca
Isak Msen bersama Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara, saat foto depan lukisan Presiden Prabowo Subianto.
Isak Msen bersama Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara, saat foto depan lukisan Presiden Prabowo Subianto.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Gorontalo, fajarpapua.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sebuah lukisan dirinya hasil karya anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika pada acara penutupan Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) di Gorontalo, Rabu (24/6).

Penyerahan lukisan tersebut dilakukan sesaat setelah Presiden Prabowo menyelesaikan rangkaian acara penutupan PENAS XVII KTNA Tahun 2026.

Dua anggota Dekranasda Mimika yang telah berada di sekitar panggung utama mendapat kesempatan mendekati Presiden dan menyerahkan langsung lukisan bergambar dirinya.

Salah satu anggota Dekranasda Mimika, Ima, menuturkan proses untuk bisa mendekati panggung utama tidak mudah karena pengamanan yang cukup ketat.

Namun, setelah menjelaskan kepada petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bahwa mereka ingin menyerahkan cendera mata khusus kepada Presiden, keduanya akhirnya diperbolehkan menunggu di bagian depan panggung.

"Kami bilang ke Paspampres kalau mau kasih souvenir ke Bapak Presiden. Mereka bilang boleh dan kami diminta menunggu di depan sampai beliau datang," tuturnya.

Saat Presiden Prabowo tiba, situasi di sekitar panggung dipadati masyarakat dan tamu undangan yang ingin mendekat sehingga terjadi saling berdesakan. Dalam kesempatan itu, Ima bersama sang pelukis yang juga anggota Dekranasda Mimika, Isak Msen berhasil menjabat tangan Presiden sambil membuka lukisan yang telah dikerjakan selama dua hari.

"Ketika lukisan dibuka, Bapak Presiden diam sebentar lalu bilang, 'Ini saya?' Saya jawab, 'Iya Bapak, beliau yang melukis'. Presiden kemudian bertanya lagi, 'Untuk saya?' Kami jawab, 'Iya Bapak'," bebernya.

Menurut Ima, Presiden tampak senang dan terharu saat melihat lukisan tersebut. Bahkan, Presiden kembali menjabat tangan pelukis Isak Msen hingga dua kali.

"Isak sampai tidak bisa bicara karena Presiden pegang tangannya lagi dua kali. Wajah beliau terharu dan senang melihat lukisan itu," katanya.

Presiden kemudian memanggil salah seorang stafnya untuk mengambil lukisan tersebut dan meminta agar segera diurus. Karena acara penutupan masih berlangsung, penyerahan dilakukan secara singkat tanpa sempat diabadikan dalam foto bersama.

"Setelah acara selesai, Presiden cari kami lagi dan langsung bilang supaya lukisan itu dibawa dan ditaruh di mobilnya. Kami bangga, walaupun tidak sempat foto bersama Presiden, kami sudah puas karena beliau menerima dan menghargai karya anak Dekranasda Mimika," pungkasnya.(fan)