Lewati ke konten utama

Bidik Petarung Open Tournament Standing Fight dan Muaythai, KONI Mimika Siapkan Atlet Menuju PON

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
20.55 WIT3 menit baca64 dibaca
Open Tournament Standing Fight dan Muaythai se-Tanah Papua Tahun 2026 resmi dibuka di Hall Lantai 2 Diana Mall, Senin (13/7).
Open Tournament Standing Fight dan Muaythai se-Tanah Papua Tahun 2026 resmi dibuka di Hall Lantai 2 Diana Mall, Senin (13/7).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Open Tournament Standing Fight dan Muaythai se-Tanah Papua Tahun 2026 resmi dibuka di Hall Lantai 2 Diana Mall, Senin (13/7).

Kejuaraan yang berlangsung hingga 14 Juli ini menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga bela diri di Papua karena untuk pertama kalinya mempertandingkan Standing Fight dan Muaythai dalam satu event.

Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, turnamen ini diproyeksikan sebagai wadah pencarian atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menuju berbagai kejuaraan nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu diungkapkan Ketua KONI Mimika, Antonius Kemong saat menghadiri pembukaan Open tournament.

Ia menilai kejuaraan ini memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik Papua Tengah menuju PON mendatang.

Menurutnya, kompetisi yang berkelanjutan menjadi fondasi utama untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan talenta-talenta terbaik yang layak dibina secara serius.

"Kami berharap event ini melahirkan atlet-atlet bela diri yang benar-benar berkualitas. Dari kejuaraan ini kami dapat mengidentifikasi atlet-atlet terbaik untuk dipersiapkan mewakili Papua Tengah pada PON," ujarnya.

Antonius menegaskan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus melalui kompetisi yang rutin dan berkesinambungan.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar bertanding dengan mengedepankan teknik, disiplin dan sportivitas.

"Bertandinglah dengan kemampuan terbaik, bukan dengan emosi. Di atas ring kita adalah lawan, tetapi setelah pertandingan selesai kita tetap bersaudara. Itulah nilai sejati olahraga," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Muaythai Kabupaten Mimika dan seluruh panitia yang telah sukses menghadirkan kejuaraan berskala Tanah Papua tersebut.

KONI Mimika, lanjut Antonius, akan terus mendukung penyelenggaraan event serupa sebagai bagian dari komitmen membangun prestasi olahraga dan mencetak petarung-petarung muda yang mampu membawa nama Papua Tengah bersinar di level nasional maupun internasional.

Sebelumnya Ketua Panitia, Kapten Laut Samsul Hadi, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut berangkat dari keinginan memberikan ruang bagi para atlet bela diri yang selama ini berlatih secara mandiri namun belum memiliki wadah kompetisi yang memadai.

"Banyak atlet yang memiliki potensi luar biasa, tetapi belum mempunyai wadah untuk berkembang. Melalui kejuaraan ini kami ingin merangkul mereka agar bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan, kejuaraan mempertandingkan dua kategori, yakni Standing Fight Open Tournament se-Tanah Papua dan Kejuaraan Muaythai.

Pada kategori Standing Fight, peserta berasal dari berbagai cabang olahraga bela diri, mulai dari pencak silat, karate, taekwondo, tinju, kickboxing, wushu, tarung derajat, kempo hingga muaythai.

Sebanyak 48 tim dari berbagai daerah di Tanah Papua ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, turnamen ini juga diharapkan mampu melahirkan regenerasi atlet-atlet muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Mewakili Bupati Mimika, Kepala Bidang Peningkatan dan Prestasi Olahraga Dispora Mimika, Rocky O. Pattinama, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika untuk terus memperkuat pembinaan olahraga prestasi melalui sinergi bersama KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga.

Menurutnya, olahraga merupakan sektor strategis yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus mengharumkan nama Mimika dan Papua Tengah.

"Kami akan terus bekerja sama dengan KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga dalam melakukan pembinaan, mulai dari usia dini hingga olahraga prestasi. Harapannya akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. (mas)