Lewati ke konten utama

Demi Masa Depan Anak, Anggota TPNPB-OPM Serahkan Senjata Rakitan dan Pilih Hidup Damai

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
22.11 WIT2 menit baca206 dibaca
Personil Satgas TNI di Pos Perbatasan Indonesia–Papua Nugini berpose bersama Yujin Butiop usai penyerahan senpi rakitan dan bendera bintang kejora.
Personil Satgas TNI di Pos Perbatasan Indonesia–Papua Nugini berpose bersama Yujin Butiop usai penyerahan senpi rakitan dan bendera bintang kejora.Foto / Pendidikan
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Keinginan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya menjadi alasan utama Yujin Butiop, anggota TPNPB-OPM Papua Selatan yang disebut berada di bawah pimpinan Marius Murib, menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dan satu lembar bendera Bintang Kejora kepada personel Satgas TNI di Pos Perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI-PNG), Minggu (12/7).

Yujin, yang kini menetap di Kampung Kuem, Papua Nugini, mendatangi Pos TNI setelah menjalin komunikasi dengan personel Satgas yang bertugas di wilayah perbatasan.

Penyerahan berlangsung aman dan tertib. Di hadapan personel TNI, Yujin mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan kehidupan bersenjata dan membangun masa depan yang lebih baik bersama keluarganya.

Ayah dari empat orang anak itu berharap seluruh anaknya dapat menikmati kehidupan yang layak, terutama memperoleh akses pendidikan yang lebih baik agar memiliki masa depan yang cerah.

Sebagai bentuk kepedulian, personel Koops TNI Habema memberikan bantuan berupa beras, mi instan, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung kebutuhan keluarga Yujin.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan penyerahan senjata tersebut merupakan hasil pendekatan persuasif yang dilakukan secara konsisten melalui komunikasi dan pembinaan teritorial di kawasan perbatasan.

"Kami berharap langkah seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita yang masih berada di luar untuk kembali menatap masa depan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. TNI akan terus hadir melalui dialog, pembinaan teritorial, dan berbagai upaya membantu masyarakat mengatasi kesulitan yang dihadapi," ujar Wirya.

Menurutnya, pendekatan humanis akan terus dikedepankan sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG.

Keputusan Yujin menyerahkan senjata dan kembali memilih kehidupan damai menjadi cerminan bahwa harapan akan masa depan anak-anak dapat menjadi motivasi kuat untuk meninggalkan konflik dan memulai kehidupan yang lebih baik bersama keluarga. (ron)