Timika, fajarpapua.com – Faktor keamanan menjadi penyebab utama tidak beroperasinya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Wapu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak pada terhentinya pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, mengatakan tenaga kesehatan terpaksa menghentikan pelayanan karena sering menghadapi gangguan keamanan yang mengancam keselamatan mereka saat bertugas.
Menurut Yunus, Pustu Kampung Wapu sebenarnya dibangun dengan fasilitas yang memadai dan pernah memiliki tenaga kesehatan.
Namun, situasi keamanan yang tidak kondusif membuat pelayanan tidak dapat dilanjutkan.
"Ketika ada warga yang mabuk, mereka mengamuk, melempar hingga membongkar bangunan pustu. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan tidak lagi merasa aman untuk memberikan pelayanan," ujarnya.
Yunus menjelaskan Distrik Jita terbagi dalam dua wilayah pelayanan berdasarkan delta sungai. Delta pertama meliputi Kampung Sempan Timur, Jaitak, Noema, Wenin, dan Kanmaperi yang dilayani oleh Puskesmas Jita.
Sementara itu, wilayah delta kedua terdiri atas Kampung Wapu, Waituku, Sumapro, Blumen, dan Wacakam.
Untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan, pemerintah distrik bersama para kepala kampung telah menyepakati agar pelayanan dipusatkan di Pustu Kampung Waituku.
Saat ini, pelayanan tersebut bahkan semakin terbantu karena Kampung Wacakam telah memiliki Pustu sendiri beserta tenaga kesehatan.
Yunus menegaskan pemerintah tidak pernah mengabaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kampung Wapu.
Menurutnya, penghentian operasional Pustu semata-mata dilakukan demi menjaga keselamatan tenaga kesehatan.
"Pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah. Persoalan utama yang membuat Pustu Wapu tidak aktif adalah faktor keamanan," tegasnya.
Usulkan Pembangunan Pos Polisi
Sebagai langkah menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih kondusif, Pemerintah Distrik Jita akan mengusulkan pembangunan Pos Polisi (Pospol) kepada Polres Mimika.
Yunus mengatakan hingga kini Distrik Jita hanya memiliki Koramil dan personel Satgas TNI.
Sementara keberadaan kepolisian masih berada di bawah koordinasi Polsek Agimuga sehingga respons terhadap persoalan keamanan membutuhkan waktu lebih lama.
Karena itu, Pemerintah Distrik Jita akan segera mengirimkan surat resmi kepada Kapolres Mimika agar dapat menempatkan personel kepolisian di wilayah tersebut.
"Kami berharap Polres Mimika dapat membangun Pos Polisi di Distrik Jita. Kehadiran polisi sangat penting agar keamanan terjaga sehingga pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan dan pembangunan, dapat berjalan dengan baik," katanya.
Pemerintah Distrik Jita berharap penguatan pengamanan melalui kehadiran aparat kepolisian dapat menciptakan rasa aman bagi tenaga kesehatan sekaligus menjamin masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. (red)















