Lewati ke konten utama

Mulai Besok Pemda Pasok Bama, Bupati Rettob Minta Anak-anak Warga Jila yang Disandera Segera Dikembalikan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
20.36 WIT5 menit baca358 dibaca
Bupati Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Dandim 1710 Mimika Letkol (Inf) Jozanda  dan Kapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak
Bupati Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Dandim 1710 Mimika Letkol (Inf) Jozanda dan Kapolres Mimika AKBP Alfredo RumbiakFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TNI-Polri terus berkoordinasi guna memulihkan situasi keamanan di Distrik Jila pascakejadian yang menyebabkan 9 perempuan diduga dibawa paksa oleh kelompok bersenjata.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, masyarakat Jila merupakan bagian dari masyarakat Mimika sehingga pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Masyarakat Jila itu masyarakat Mimika. Pemda terus berkoordinasi dengan TNI-Polri supaya situasi Jila bisa segera pulih,” kata Bupati Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Dandim 1710 Mimika Letkol (Inf) Jozanda dan Kapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak dalam konferensi pers di Jalan Hasanuddin, Kamis (20/8/2026).

Terkait adanya informasi sejumlah anak yang dibawa oleh kelompok bersenjata, Bupati Rettob menyatakan keprihatinannya. Ia meminta para pelaku mengembalikan anak-anak tersebut kepada keluarganya dalam kondisi selamat.

“Terkait penyanderaan, ini kurang bagus karena para korban itu anak kecil. Kami koordinasi dengan TNI-Polri supaya masyarakat ini bisa kembali dalam keadaan selamat. Kami berusaha supaya anak-anak bisa kembali ke keluarga mereka,” ujarnya.

Menurut Rettob, masyarakat Jila saat ini mengalami trauma dan ketakutan sehingga aktivitas sehari-hari, termasuk berkebun, ikut terganggu.

“Masyarakat Jila trauma, mereka ketakutan sehari-hari, tidak pergi ke kebun. Kami Pemda sudah siapkan bahan makanan. Mulai besok dikirim ke Jila,” katanya.

Pemkab Mimika, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan kepala distrik untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Pengiriman bahan makanan akan dilakukan melalui dukungan transportasi udara.

“Kami siapkan tiga ton beras, termasuk alat masak, sudah ada di hanggar. Besok helikopter akan ke sana sampai kebutuhan mereka terpenuhi,” ungkapnya.

Rettob mengatakan, tenaga medis, guru dan pegawai distrik untuk sementara telah dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter demi keselamatan.

Dengan kondisi tersebut, pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan di Jila untuk sementara dihentikan hingga situasi keamanan dinilai memungkinkan.

“Dalam beberapa saat ke depan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan terhenti sementara. Kalau situasi sudah baik harus kembali ke Jila. Saya harap situasi ini cepat damai,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerbangan menuju Jila sebelumnya dilayani dua operator penerbangan. Namun, menyusul kondisi keamanan, Pemkab Mimika telah menerima surat dari dua operator tersebut tentang pemberhentian penerbangan sementara.

“Kita harap segera aman karena beberapa kegiatan pembangunan di sana sedang tender. Takutnya situasi ini menghalangi proses pembangunan,” katanya.

Bupati Rettob juga mengimbau kelompok yang membawa warga, khususnya anak-anak, agar segera mengembalikan mereka kepada keluarganya.

“Saya pesan sekarang, kelompok yang bawa tolong kembalikan kepada keluarga mereka. Mari saya ajak seluruh warga Mimika, kita beri dukungan penuh kepada TNI-Polri untuk menyelesaikan ini,” tegasnya.

# Wabup Minta Warga Timika Tetap Tenang

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong meminta masyarakat di Kota Timika tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang terjadi di Jila.

“Kami harap warga di Kota Timika tetap tenang. Kita serahkan sepenuhnya kepada TNI-Polri agar situasi ini kembali pulih,” katanya.

Kemong menambahkan, Pemkab Mimika akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mobilisasi bahan makanan ke Jila.

“Kita harapkan saudara-saudara saya bisa mengembalikan anak-anak yang disandera ini,” ujarnya.

# Polisi Profiling Kelompok yang Diduga Membawa Warga

Sedangkan Kapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel ke Jila untuk menangani situasi tersebut.

“Kami sudah turunkan 16 personel dari 20 orang yang direncanakan. Besok empat orang lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan terdiri dari unsur Brimob dan tim investigasi. “Sepuluh Brimob dan 10 tim investigasi,” ujarnya.

Menurut Kapolres, situasi pascakejadian masih relatif landai. Terkait informasi adanya anak-anak yang hilang, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

“Kalau dibilang penyanderaan juga, tapi lebih ke penculikan. Kalau penyanderaan pasti ada permintaan sampai ke kami,” jelasnya.

Namun, berdasarkan konfirmasi dari personel di lapangan, termasuk Polsek Jila dan Koramil, memang terdapat informasi mengenai warga yang dibawa secara paksa.

“Berdasarkan konfirmasi anggota kami, Polsek Jila dan Koramil memang ada penyanderaan. Kelompok mana, kami sedang profiling,” katanya.

# Dandim: Sembilan Warga Dibawa Paksa

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda mengatakan aparat gabungan telah mengirim prajurit untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga membawa warga.

“Mari kita doakan. Kita sudah kirim prajurit untuk melakukan pengejaran. Situasi di pos kondusif. Satgas dan Koramil sedang komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Jozanda mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sembilan warga yang dibawa secara paksa. Satu warga dilaporkan ditembak dan satu lainnya dibuang ke jurang. Para korban yang dibawa disebut merupakan kaum perempuan.

“Memang ada sembilan orang dibawa paksa. Satu orang ditembak, satu orang dibuang ke jurang. Semuanya perempuan,” ungkapnya.

Ia meminta masyarakat mendoakan prajurit TNI dan personel Polri yang melakukan pengejaran agar dapat menemukan para korban dalam keadaan selamat.

Jozanda juga memastikan TNI akan mendukung pengiriman bahan makanan ke Jila menggunakan helikopter.

“Besok kita akan dukung helikopter untuk angkut bahan makanan ke sana. Mereka tidak bisa berkebun, jadi bahan makanan susah,” katanya.

Ia menilai tindakan membawa warga, termasuk anak-anak, secara paksa merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi.

“Kita makhluk sosial, masing-masing bisa analisa. Kejadian ini sangat tidak manusiawi. Bagaimana teganya manusia yang sudah dewasa membawa anak-anak, bahkan menembak orang tuanya,” tegasnya.

Jozanda menegaskan TNI bersama Polri dan Pemkab Mimika memberikan perhatian penuh terhadap kondisi masyarakat Jila.

“Ingat, kami sangat peduli dengan kondisi yang dihadapi warga Jila,” pungkasnya.(ron)