Lewati ke konten utama

Seorang Warga Tewas Dieksekusi TPNPB di Yahukimo, Sebby : Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.10 WIT2 menit baca1.165 dibaca
Tampak korban mengalami luka bacok di leher.
Tampak korban mengalami luka bacok di leher.Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com — Seorang warga tewas setelah dieksekusi oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo di Kali Bonto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (20/8).

Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, mengklaim korban merupakan agen intelijen militer Indonesia yang telah lama menjadi target operasi kelompok tersebut.

Klaim tersebut disampaikan Sebby Sambom melalui siaran pers, Jumat (21/8).

Dalam keterangannya, Sebby menyatakan aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 06.23 hingga 07.00 WIT. Eksekusi terhadap korban dipimpin Kombi Yemberenge dari Batalyon Yallenang, dengan sasaran warga yang telah masuk dalam daftar target operasi mereka.

Sebby menuding korban selama ini memberikan informasi kepada aparat keamanan terkait keberadaan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

“Korban telah diidentifikasi oleh PIS TPNPB sebagai agen intelijen militer yang selama ini membocorkan informasi terhadap aparat militer,” ujarnya.

Menurut dia, informasi yang diberikan korban berdampak pada sejumlah penembakan dan penangkapan terhadap anggota kelompok mereka. Atas dasar itu, TPNPB menyatakan aksi tersebut sebagai bagian dari operasi di wilayah konflik bersenjata.

Ia juga mengeluarkan peringatan kepada masyarakat sipil yang berada di wilayah konflik, baik warga pendatang maupun Orang Asli Papua, agar menjaga jarak dari aparat keamanan.

TPNPB menyinggung sejumlah masyarakat yang dianggap mendukung pemerintah, diantaranya ASN, anggota DPR, anggota MRP, tukang ojek, pedagang bakso, pemilik kios dan pedagang kaki lima.

Mereka diminta menghentikan aktivitasnya jika tidak ingin menjadi sasaran dalam operasi lanjutan yang diklaim akan dilakukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Selain itu, TPNPB menyerukan kepada orang yang mereka identifikasi sebagai agen intelijen militer agar meninggalkan wilayah konflik di Tanah Papua.

“Kami kembali mengimbau kepada seluruh agen intelijen militer yang sedang beroperasi di wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua agar segera keluar dari wilayah tersebut,” demikian isi pernyataan TPNPB.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait identitas korban, kronologi kejadian maupun dugaan keterlibatan korban sebagai agen intelijen militer.

(ron)