Merauke, fajarpapua.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat bersama seluruh stakeholder terus berupaya menekan laju penularan Covid-19, meski dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana penunjang. Upaya tersebut cukup berhasil. Terbukti, sejak mewabahnya Covid-19 di Indonesia, angka penularannya di kabupaten ini tidak begitu signifikan dibandingkan daerah-daerah lain di Papua dan di Indonesia pada umumnya.
“Sejak adanya pandemi Covid ini, angka kematian di Asmat baru empat orang. Penanganannya kita lakukan dengan segala keterbatasan. Kita tetap ambil langkah-langkah pencegahan. Selain pemberian vaksin, pemeriksaan rapid tes dan swab antigen tetap kita upayakan untuk mencegah dan meminimalisir angka penularan,” ungkap Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos usai kegiatan Rakor Tim Pemekaran PPS di Kantor Bupati Merauke, Senin (26/4).
Bupati Elisa Kambu menyebut dua langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah itu, yakni pemberian vaksin dan tes rapid/swab antigen menjadi cara terbaik untuk memutuskan mata rantai penyebaran di Asmat.
Selain itu, masyarakat juga tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan menerapkan pola ‘3M’ (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak)
“Kami bersyukur karena waktu kita bangun rumah sakit yang baru itu, kan belum sempat digunakan. Gedung itulah yang kita gunakan untuk isolasi kalau ada yang positif.
Untuk pencegahannya juga kita tetap mengkampanyekan penerapan ‘3M’ itu, supaya penularan Covid bisa dihindari,” ujarnya.
Pemerintah Asmat, kata Bupati, saat ini menggelontorkan dana yang lumayan cukup besar untuk pencegahan dan penanganan pasien terinfeksi serta pemulihan ekonomi akibat mewabahnya virus yang berbahaya itu. Pemerintah daerah juga melakukan pengendalian dan pembatasan masuk penduduk eksodus dari luar Kabupaten Asmat.
“Kalau penumpang kapal dari luar Asmat masih kita batasi. Kalau pesawat boleh, mengingat kapasitasnya yang sempit dan penumpang pasti membawa surat keterangan hasil tes rapid atau swab sebelum terbang ke Asmat. Kalau kapal barang yang masuk ke Asmat boleh. Kalau penumpang kapal yang sembunyi-sembunyi, petugas ada di pelabuhan pasti lakukan screening,” tandas Bupati Kambu. (hrs)

