Serahkan Sertifikat Program Apprentice, Sejak Berdiri Sudah 40.000 Putra Putri Mimika Magang di IPN Kuala Kencana

by -
Lulusan program Apprentice Institut Pertambangan Nemangkawi berfoto bersama para istruktur dan jajaran pimpinan di IPN dan PTFI
Lulusan program Apprentice Institut Pertambangan Nemangkawi berfoto bersama para istruktur dan jajaran pimpinan di IPN dan PTFI

KUALA KENCANA – Salah satu program PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) yakni Apprentice. Program Apprentice adalah Program Pemagangan di lPN yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan, yang mencakup posisi kejuruan dan operator di lingkungan kerja PTFl dan perusahaan kontraktor.  Namun tidak ada jaminan bahwa mereka akan secara otomatis diterima bekerja dan juga tidak ada kewajiban untuk mereka harus bekerja di PTFI.

Program Apprentice atau Pemagangan adalah program tiga tahun dimana tiga hingga empat bulan merupakan pelatihan di luar tempat kerja setiap tahun dan kira-kira delapan bulan dalam bentuk pelatihan di tempat kerja. lPN melaksanakan dan memonitor kedua metode pengembangan ini, sementara setiap siswa mengikuti modul-modul Program Pemagangan. Program Pemagangan IPN mematuhi peraturan Departemen Pertambangan dan Departemen Tenaga Kerja lndonesia.

Screenshot 130
Claus Wamafma – Executive Vice President Community Development yang juga sebagai Ketua Yayasan Nemangkawi menyerahkan sertifikat tanda kelulusan kepada siswa Apprentice lulusan terbaik

Pada Jumat (4/6), IPN melaksanakan penamatan dan penyerahan sertifikat kelulusan Program Apprentice angkatan ke-2 tahun 2021 oleh Soleman Faluk selaku pimpinan IPN bersama dengan perwakilan dari manajemen PTFI kepada para lulusan program Apprentice di ruang Serbaguna IPN, LIP – Kuala Kencana.

Terkait dengan IPN, Soleman mengatakan bahwa institut tersebut telah hadir sejak 2003 dan telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 40.000 putra-putri untuk melaksanakan magang dalam Program Apprentice. Hingga saat ini, sekitar 70 persen lebih lulusannya telah menjadi karyawan PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor.

Selebihnya ada yang berkarir sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), wirausaha dan di perusahaan lain. Persentase tersebut, menurut Soleman Faluk menunjukkan keberhasilan program Apprentice yang dilaksanakan oleh PT Freeport Indonesia.

“Program Apprentice Angkatan ke-2 ini telah menerapkan komitmen komposisi 80% untuk dua suku (Suku Amungme dan Suku Kamoro) dan 20% untuk lima suku kekerabatan dan Papua lainnya. Ini merupakan suatu langkah positif dan komitmen nyata PTFI melalui IPN dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Papua dan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari dua suku pemegang ulayat dan lima suku kekerabatan, serta Papua lainnya untuk dapat bersaing dan sukses di dunia kerja.

Selama program siswa tidak dikenakan biaya apapun. PTFI melalui IPN menyediakan semua kebutuhan belajar siswa seperti uang saku, biaya transport, layanan kesehatan, perlindungan keselamatan, serta fasilitas pendukung belajar lainnya.” ujar Soleman Faluk.

Pada acara penyerahan sertifikat, Soleman menyampaikan kepada para peserta Apprentice yang menerima tanda kelulusan, agar para lulusan tetap menjaga nama baik dan menjalin hubungan atau komunikasi. “Harapan dari IPN adalah jika kelak para lulusan ini telah menjadi bagian dari perusahaan, wirausaha atau pegawai pemerintahan sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), agar tetap menjaga nama baik Institut Pertambangan Nemangkawi” Katanya.

Hal tersebut perlu dilakukan, untuk keberlanjutan serta keberhasilan dari program Apprentice kedepannya. Para lulusan IPN juga diharapkan agar dapat bekerja keras, berkembang, berkarya dalam dunia pekerjaan atau wirausaha sehingga menjadi kebanggaan bersama.

Nathan Kum – Vice President Community Relations mewakili manajemen PTFI, menyampaikan harapannya agar  para lulusan IPN dapat fokus memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan karir profesional dalam menghadapi gejolak dunia usaha.

Salah satu karir profesional yaitu menaati peraturan yang ada dalam perusahaan agar dapat mencapai kesuksesan. Selain itu, pesan kepada para lulusan Apprentice untuk terus meningkatkan pengetahuan, keahlian serta perilaku yang baik agar dapat berhasil dan menjadi kebanggaan Institut Pertambangan Nemangkawi serta perusahaan. Menurut Nathan Kum, salah satu kunci sukses itu adalah disiplin, disiplin waktu, disiplin menjalankan tugas dengan baik dan benar.

Screenshot 131
Nathan Kum –Vice President Community Affairs mewakili manajemen PTFI menyerahkan sertifikat tanda kelulusan kepada siswa Apprentice

Leonardus Tumuka, seorang tokoh masyarakat suku Kamoro yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PTFI dan IPN yang telah memfasilitasi anak-anak muda asli Papua melalui Program Apprentice ini. Menurutnya hal ini harus ditanggapi baik oleh masyarakat yang mana dari program ini membuka kesempatan luas bagi anak-anak muda Papua untuk mengasah kemampuan untuk bersaing dengan anak anak muda yang lain.

Disamping itu program ini memberikan kesempatan yang baik bagi masyarakat asli Papua untuk bekerja di perusahaan, baik itu Freeport, kontraktor maupun privatisasinya. Leo juga berpesan kepada anak anak muda Papua untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, untuk membuktikan bahwa orang Papua juga bisa dan mampu bersaing secara baik.

Begini Kiat Freeport Tingkatkan Daya Saing SDM Papua Sambut Bonus Demografi Indonesia 2030(Opens in a new browser tab)

Program Apprentice Angkatan ke-2 ini dimulai pada bulan Oktober 2019. Jumlah siswa peserta pada awal pembukaan program sebanyak 38 siswa dengan komposisi 80% (30 siswa) adalah dari suku Amungme dan suku Kamoro, 8 siswa dari lima suku kekerabatan. Pada akhir bulan Maret tahun 2020 kegiatan program pelatihan sempat dihentikan sementara karena Pandemi Covid-19. Pada bulan Oktober 2020 program kembali dilanjutkan.

Dalam perjalanan program pengembangan hingga akhir program, 10 siswa kini telah mendapatkan pekerjaan, 10 siswa dikeluarkan dari program karena masalah absensi dan mengundurkan diri, dan 18 siswa berhasil lulus.

Tujuh siswa dari 10 siswa yang telah mendapatkan pekerjaan adalah dari suku Amungme dan suku Kamoro. 18 siswa yang mengikuti penamatan masing-masing terdiri dari jurusan Mechanic sebanyak 6 siswa, Operator 3 siswa, Welder 2 siswa, Electric 7 siswa, 6 diantaranya adalah siswa perempuan. Dari ke-18 siswa yang mengikuti penamatan ini 16 siswa diantaranya telah dijadwalkan untuk interview di beberapa perusahaan kontraktor.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.