Lewati ke konten utama

Polisi Benarkan TPN-OPM Eksekusi Mati Kepala Kampung "Orang Asli Papua" di Pegunungan Bintang

Redaksi FPPenulis
06.01 WIT2 menit baca15 dibaca
IMG 20240409 WA0120
IMG 20240409 WA0120Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Operasi Damai Cartenz 2024 membenarkan aksi biadab KKB Papua (TPN-OPM) pada Senin (8/4) sekitar pukul 21.05 WIT yang menembak mati Timo Kasipmabin, Kepala Kampung Modusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno mengungkapkan pembunuhan dilakukan oleh KKB Kodap XXXV/Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin.

Dijelaskan korban Timo Kasipmabin, berusia 45 tahun sehari-hari bertugas sebagai Kepala Kampung Modusit sekaligus Satpol PP Kabupaten Pegunungan Bintang.

Penembakan dilakukan karena KKB mencurigai korban sebagai mata-mata yang membantu aparat keamanan dalam menumpas lima anggota KKB di wilayah tersebut sepanjang Tahun 2024.

“Ya, berdasarkan informasi yang kami terima, telah terjadi pembunuhan terhadap seorang Kepala Kampung atas nama Timo Kasipmabin oleh KKB pimpinan Ananias Ati Mimin di Kampung Modusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang” ujar Bayu.

Bayu juga menegaskan korban adalah warga sipil dan bukanlah seorang mata-mata aparat keamanan.

“Kami tegaskan bahwa korban sama sekali bukanlah mata-mata aparat. KKB memang biadab, mereka mencari-cari alasan agar bisa membunuh sesuka hati. Korban difitnah sebagai mata-mata padahal tujuan mereka hanyalah menghabisi sesama OAP itu sendiri,” tegas Bayu.

Kasatgas Humas kemudian menyatakan bahwa aparat keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang masih terus bersiaga setelah dilaporkannya kejadian tersebut

“Pasca terjadinya pembunuhan tersebut, aparat keamanan baik TNI maupun Polri masih terus bersiaga guna meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang,” jelas Kasatgas Humas.

Sedangkan Kaops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. Faizal Ramadhani menambahkan kekejaman KKB di Distrik Serambakon tersebut menambah daftar panjang aksi pembunuhan KKB terhadap masyarakat sipil termasuk Orang Asli Papua (OAP).

“Perlu diketahui bahwa kasus ini menambah daftar panjang pembunuhan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil baik Orang Asli Papua maupun masyarakat non-Papua setelah dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu terakhir serangan mereka telah menewaskan 3 warga sipil di Yahukimo dan Intan Jaya,” jelas Faizal.

"Kami turut prihatin dan berduka cita atas meninggalnya korban akibat serangan KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang ini. Dan tentu saja pihak kami akan terus melakukan investigasi dan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan tersebut,” pungkas Faizal. (ren)

Topik
Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.