BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Produksi Grasberg Block Cave Ditargetkan Pulih, Freeport Kejar Normalisasi dalam 2 Pekan

745
×

Produksi Grasberg Block Cave Ditargetkan Pulih, Freeport Kejar Normalisasi dalam 2 Pekan

Share this article
tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia

Timika, fajarpapua.com – Produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia ditargetkan kembali normal dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan setelah sempat terganggu akibat insiden longsor.

Dikutip fajarpapua.com dari liputan6.com, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan perusahaan saat ini tengah melakukan percepatan pemulihan produksi, khususnya pada area production block 2 dan 3 yang menjadi fokus utama operasional.

iklan

“Dalam 2-3 minggu ke depan kita mulai ramp up kembali produksi di Grasberg Block Cave, terutama di production block 2 dan 3. Sementara untuk block 1 direncanakan menyusul pada 2027,” ujarnya, Sabtu (21/3).

Menurut Tony, proses pemulihan masih menghadapi sejumlah tantangan teknis di area tambang bawah tanah.

Namun demikian, pihaknya optimistis produksi dapat segera kembali berjalan bertahap hingga mencapai kapasitas optimal.

Pada tahun ini, PTFI menargetkan produksi sebesar 1,1 miliar pound tembaga serta 800.000 troy ounces emas atau setara sekitar 24,88 ton.

Meski dihadapkan pada peningkatan biaya operasional, perusahaan memilih fokus pada pencapaian target produksi dibandingkan mengejar keuntungan.

“Pendapatan sangat bergantung pada harga komoditas yang tidak bisa kami kendalikan. Karena itu, kami fokus pada hal yang bisa dikendalikan, yaitu produksi dan operasional,” jelasnya.

Selain pemulihan produksi, Freeport juga membuka peluang peningkatan investasi jangka panjang.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan perusahaan berpotensi menambah investasi hingga USD 20 miliar atau sekitar Rp 337,6 triliun dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

Investasi tersebut berkaitan dengan pengelolaan mineral kritis, seiring penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia, Freeport-McMoRan, dan PTFI.

“Tambahan investasi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi penerimaan negara, termasuk dari sektor pajak dan pengembangan industri hilirisasi,” kata Rosan.

Dengan upaya percepatan pemulihan produksi dan rencana ekspansi investasi, operasional tambang Grasberg diharapkan kembali menjadi salah satu penopang utama industri pertambangan nasional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian, khususnya di Papua. (red)

Komentar (1)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP