Timika, fajarpapua.com – Enam bulan pertama kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong sejak dilantik pada 25 Maret 2025 di Nabire, diwarnai dengan konsolidasi pemerintahan, penguatan pelayanan publik, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Awal masa jabatan ditandai serah terima jabatan, konsolidasi dengan DPRK, serta membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan lintas umat. Momentum ini menjadi landasan awal dalam membangun pemerintahan yang inklusif.
Memasuki April hingga Mei 2025, fokus diarahkan pada penataan birokrasi melalui apel perdana ASN, rapat koordinasi OPD, hingga inspeksi mendadak guna memastikan pelayanan berjalan optimal. Di sektor kesehatan, pemerintah menyalurkan ambulans dan vaksin DBD, sementara di bidang infrastruktur, program Mimika Terang mulai digagas untuk pemerataan listrik.
Pada Juni 2025, reformasi birokrasi semakin diperkuat melalui peresmian Mimika Center sebagai pusat layanan terpadu masyarakat. Penyerahan ratusan SK PPPK guru yang tertunda juga menjadi langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan kepegawaian.
Sementara itu, Juli hingga Agustus 2025 diwarnai dengan penguatan toleransi dan ekonomi masyarakat. Program distribusi air bersih, pengembangan koperasi Merah Putih, serta berbagai kegiatan kepemudaan dan lintas agama digelar untuk memperkuat harmoni sosial.
Perayaan HUT RI ke-80 pada Agustus berlangsung meriah, meski di sisi lain pemerintah juga dihadapkan pada tantangan banjir di sejumlah wilayah. Bupati turun langsung meninjau lokasi dan menginstruksikan penanganan cepat.
Memasuki September 2025, pemerintah mulai mendorong penataan birokrasi lanjutan dan membuka peluang investasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, enam bulan pertama kepemimpinan Bupati Rettob dan Wabup Emanuel Kemong menunjukkan arah pembangunan yang berfokus pada fondasi pemerintahan yang kuat, pelayanan publik yang responsif, serta pembangunan infrastruktur yang merata.(fan)








Komentar (0)