Timika, fajarpapua.com – Pj Sekda Mimika yang juga tokoh masyarakat Mimika, Dr Abraham Kateyau SE.,MH., meminta Kapolda Papua Tengah Brigjen (Pol) Jeremias Rontini agar mengantisipasi potensi perang suku di wilayah Kwamki Narama. Pasalnya, dalam tiga hari ini, konsentrasi massa bersenjatakan alat tajam mulai meningkat di wilayah itu.
“Saya minta pak Kapolda Papua Tengah bersama jajaran Polres Mimika bisa antisipasi potensi konflik ini. Saya juga berharap kerjasama semua pihak untuk menjaga kamtibmas di wilayah Papua Tengah secara umum. Aparat harus bisa bertindak tegas memutus mata rantai perang suku supaya tidak ada lagi aksi saling bunuh diantara orang Papua,” ujar Abraham kepada fajarpapua.com, Rabu (1/4).
Ia mengatakan, semua pihak perlu bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua Tengah, terutama dalam menghentikan konflik yang kerap menimbulkan korban jiwa.
Sebab, lanjut dia, konflik yang berkepanjangan berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup Orang Asli Papua (OAP) yang populasinya semakin tergerus oleh berbagai faktor.
“Jumlah orang Papua semakin sedikit karena faktor kesehatan, mabuk-mabukan, dan saling bunuh. Kalau ini terus terjadi, jumlah kita akan terus menurun dan bisa habis,” katanya.
Ia menegaskan, perang suku tidak dibenarkan baik dari sisi agama maupun adat istiadat yang berlaku di Tanah Papua.
“Tuhan larang, adat juga larang. Perang suku tidak boleh ada. Secara agama dilarang. Kita berharap kepala suku dan tokoh masyarakat bisa memberikan himbauan, tapi memang sulit kalau para tokoh juga terlibat,” tuturnya.
Abraham juga menyoroti kondisi di Kwamki Narama yang dinilai menghambat pembangunan daerah akibat konflik yang terus terjadi.
“Kwamki Narama ini jadi susah untuk pemerintah bangun. Mau masuk saja susah karena konflik berkepanjangan. Yang jadi korban itu anak sekolah, ibu-ibu, dan orang sakit karena ruang gerak mereka terbatas,” bebernya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
“Kita kasihan masa depan anak-anak mereka kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, Kwamki Narama sudah jadi ladang perang antar kelompok,” pungkasnya.
Di akhir penyampaiannya, ia juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Kapolda Papua Tengah yang telah dilaksanakan melalui serah terima jabatan di Jakarta pekan lalu.
“Kami dari pemerintah daerah Mimika mengucapkan selamat atas pelantikan Bapa Kapolda Papua Tengah. Kami berharap kehadiran beliau membawa perubahan dalam menjaga kamtibmas di wilayah Papua Tengah,” tandasnya.(fan)








Komentar (1)