Timika, fajarpapua.com — Serah terima jabatan (sertijab) Direktur RSUD Mimika resmi dilaksanakan dari dr. Antonius Pasulu kepada dr. Faustina Helena Burdam, disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, serta jajaran manajemen dan tenaga medis RSUD Mimika.
Proses Sertijab dilaksanakan di Aula Pertemuan RSUD Mimika, Selasa (6/4).
Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot mewakili Bupati dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya proses sertijab meski sempat mengalami keterlambatan. Ia menilai pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam sistem kepegawaian guna memastikan kesinambungan program dan capaian.
“Kita bersyukur sertijab ini bisa terlaksana walaupun terlambat. Ini hal biasa dalam sistem kepegawaian kita, tujuannya agar capaian pejabat lama bisa dilanjutkan pejabat baru,” katanya.
Ia memberikan apresiasi kepada dr. Antonius Pasulu atas dedikasi dan berbagai inovasi selama memimpin RSUD Mimika.
“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika mengucapkan terima kasih atas capaian, dedikasi dan loyalitas yang sudah diberikan. Banyak hal positif yang sudah dilakukan dan itu luar biasa,” ujarnya.
Kepada direktur yang baru, ia berharap seluruh capaian yang telah diraih dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan, dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar RSUD Mimika.
“Kami harap tidak ada pengelompokan di internal. Tunjukkan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Direktur RSUD Mimika yang baru, dr. Faustina Helena Burdam menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah dirintis sebelumnya serta melakukan pembenahan di berbagai sektor.
Ia mengakui perjalanan RSUD Mimika selama ini penuh tantangan, namun telah menghasilkan sejumlah capaian penting yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
“Mempertahankan itu memang sulit, tetapi dengan keterbukaan dan kerjasama yang baik kita bisa menjadi lebih baik,” ucapnya.
Kedepan, ia menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis, serta dukungan anggaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita masih membutuhkan dokter spesialis karena sebagian masih berstatus kontrak dan kerja sama. Selain itu, kebutuhan tenaga seperti cleaning service dan security juga penting untuk kenyamanan pasien,” bebernya.
Dokter Faustina mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama membangun RSUD Mimika agar semakin maju dan profesional.
Sementara itu, Direktur sebelumnya, dr. Antonius Pasulu mengenang perjalanan kepemimpinannya sejak dilantik pada 13 Januari 2020 yang diwarnai berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19.
“Puji Tuhan, kurang lebih enam tahun dua bulan saya jalani dengan baik. Tantangan terbesar saat itu Covid-19, namun dengan dukungan semua pihak kita bisa melewati,” ungkapnya.
Selain pandemi, RSUD Mimika juga sukses mendukung pelaksanaan PON 2021 dan Pesparawi ditengah situasi Covid-19.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian penting selama masa kepemimpinannya, diantaranya penghargaan sebagai pusat pelayanan kecelakaan kerja terbaik pada 2021, serta akreditasi paripurna pada 2023.
“Inovasi juga kita lakukan seperti rekam medis elektronik, sistem pendaftaran online Sipoli, hingga inovasi Sa Antar Ko yang meraih penghargaan nasional,” jelasnya.
Dari sisi pengelolaan, RSUD Mimika juga mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan.
“Tahun 2019 pendapatan Rp27 miliar, 2020 Rp37 miliar, dan tahun 2025 mencapai Rp122,3 miliar, tertinggi selama ini,” paparnya.
Ia menambahkan, RSUD Mimika kini telah memiliki fasilitas ruang operasi dan ICU yang menjadi salah satu yang terbaik di Tanah Papua, serta didukung 804 tenaga dari berbagai bidang.
Saat ini, pengembangan rumah sakit difokuskan pada peningkatan ruang rawat inap, ICU dan fasilitas penunjang lainnya.
Di akhir sambutannya, dr. Antonius menyatakan siap mendukung manajemen baru jika dibutuhkan.
“Saya tetap membuka diri untuk berdiskusi jika ada kebutuhan dari manajemen ke depan,” pungkasnya.(fan)

















Komentar (0)