Timika, fajarpapua.com – Banjir yang kembali merendam sejumlah kawasan permukiman warga di Distrik Mimika Baru pada Rabu (6/5) menuai berbagai respons dari masyarakat.
Di tengah keluhan akibat genangan air, apresiasi disampaikan warga terhadap gerak cepat pemerintah distrik bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mimika.
Salah satu warga, Herman Sembiring, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran langsung Kepala Distrik Mimika Baru bersama jajaran di lokasi banjir, bahkan hingga malam hari.
“Terima kasih banyak untuk Ibu Kadistrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, bersama tim dan Dinas PUPR yang malam ini langsung datang ke kompleks kami yang terdampak banjir. Mereka duduk bersama warga, mendengar keluh kesah kami, dan berdiskusi mencari solusi. Kami berharap ada bantuan nyata agar kondisi ini bisa segera membaik,” ungkap Herman.
Menurutnya, langkah cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan Kadistrik menjadi harapan baru bagi warga Kwamki Baru yang selama ini terdampak banjir berulang.
Respons Cepat di Tengah Aksi Protes
Sebelumnya, banjir yang melanda kawasan tersebut memicu aksi protes warga berupa pemalangan jalan di Jalan Makarena.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap buruknya sistem drainase yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.
Namun situasi berangsur kondusif setelah Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, S.STP, turun langsung ke lokasi bersama aparat keamanan dan tim PUPR untuk melakukan mediasi dengan warga.
Dalam dialog tersebut, Merlyn menegaskan persoalan banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fungsi drainase.
“Banyak drainase yang ditimbun dan bahkan dibangun di atasnya. Ini yang menyebabkan aliran air terhambat dan akhirnya meluap ke permukiman,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas PUPR Mimika berkomitmen untuk segera melakukan normalisasi dan pengerukan saluran drainase menggunakan alat berat.
Upaya ini diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan air sekaligus menjadi solusi jangka pendek.
Selain itu, pemerintah juga akan menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air, yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran.
Harapan Warga untuk Solusi Permanen
Meski banjir mulai tertangani, warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Apresiasi yang disampaikan warga menjadi sinyal positif bahwa kehadiran pemerintah di tengah krisis sangat dibutuhkan.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan banjir di kawasan perkotaan Mimika.
Pemerintah distrik juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menutup saluran air.
Mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi, langkah pencegahan berbasis kesadaran kolektif menjadi sangat penting.
Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, diharapkan kawasan Kwamki Baru dapat terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang.(mas)








Komentar (0)