Lewati ke konten utama
Breaking News

Satu Orang Terkena Panah dalam Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Jalan Cenderawasih SP 2 Timika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.56 WIT2 menit baca37 dibaca
Bentrokan yang terjadi di jalan Cenderawasih SP 2 Timika
Bentrokan yang terjadi di jalan Cenderawasih SP 2 TimikaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Bentrokan antar dua kelompok pemuda terjadi di Jalan Cenderawasih SP 2, tepatnya di depan Perumahan Pemda, Kabupaten Mimika, Kamis (11/6) malam.

Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka akibat terkena senjata tajam jenis panah.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan adanya korban luka dalam aksi saling serang yang sempat membuat situasi di kawasan tersebut mencekam.

"Ada korban yang terkena panah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Kapolres saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pihak kepolisian bergerak cepat untuk meredam konflik dan mencegah bentrokan meluas. Polisi langsung melakukan mediasi terhadap kedua kelompok yang terlibat guna mencari solusi damai.

"Kami mengambil langkah cepat dan sudah melakukan mediasi dengan kedua belah pihak agar permasalahan ini tidak berkembang lebih jauh," katanya.

Dari hasil penyelidikan awal, bentrokan dipicu oleh kesalahpahaman yang bermula dari seorang warga yang berada di bawah pengaruh minuman keras.

Warga tersebut mendatangi sebuah kios untuk meminta barang secara utang, namun permintaannya ditolak oleh pemilik kios.

"Ada kesalahpahaman. Awalnya masyarakat yang dalam kondisi mabuk datang ke kios dan meminta utang barang. Karena sering berutang, permintaan tersebut tidak dipenuhi sehingga yang bersangkutan marah," jelas Billyandha.

Ketegangan yang terjadi kemudian berkembang hingga memicu aksi saling serang antar kelompok pemuda di sekitar lokasi kejadian.

Untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan, Polres Mimika masih menempatkan personel di sekitar Jalan Cenderawasih SP 2 guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri, tidak terprovokasi, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," pungkasnya. (ron)