Timika, fajarpapua.com - Rumah sakit bukan sekadar bangunan tempat masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Didalamnya terdapat sistem pelayanan, tata kelola, sumber daya manusia, teknologi, serta visi jangkapanjang yang menentukan kualitas layanan bagi generasi mendatang.
Kesadaran inilah yang mendorong Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungmedan Kamoro (YPMAK) mempercepat penyusunan Rencana Induk Pengembangan (masterplan) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).
Sebagai pengelola dana kemitraanPT Freeport Indonesia, YPMAK memandang penyusunan master plan sebagai fondasipenting dalam memastikan RSMM mampu berkembang menjadi rumah sakit yang modern, profesional, dan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat Papua, khususnya Suku Amungme, Kamoro, serta masyarakat Mimika secara luas.
Dalam proses tersebut, YPMAK melakukan penyesuaian jadwal seleksi penyusun master plan sekaligus calon pengelola baru RSMM. Penyesuaian itu bukan berarti mengurangi komitmen, melainkan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai tata kelola yang baik sehingga menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Komite Seleksi Pengelola RSMM sekaligus Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Program, Feri Magai Uamang, menjelaskan proses seleksi mengalami penyesuaian karena Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disusun bersama konsultan pendamping masih menunggu pengesahan.
“Seharusnya saat ini kami sudah memasuki tahap finalisasi seleksi penyusun rencana pengembangan. Namun, KAK yang menjadi acuan utama harus disahkan terlebih dahulu sebelum disosialisasikan kepada peserta,” ujar Feri saat ditemui di Kantor DPRD Mimika, Rabu (8/7/2026).
Kerangka Acuan Kerja menjadi instrumen penting karena akan menjadi pedoman bagi para konsultan dalam menyusun arah pengembangan RSMM. Dokumen tersebut tidak hanya memuat aspek teknis pembangunan rumah sakit, tetapi juga merangkum berbagai kebutuhan strategis yang harus dijawab melalui perencanaan jangka panjang.
YPMAK menargetkan proses pengesahan KAK dapat diselesaikan secepatnya. Setelah itu, dokumen akan disosialisasikan kepada lebih dari 30 calon konsultan yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi penyusun masterplan.
Menurut Feri, substansi KAK telah dirancang secara komprehensif agar mampu menjadi dasar pembangunan rumah sakit yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
“Dalam KAK tersebut telah termuat arah pengembangan rumah sakit, mulai dari lokasi, fasilitas, tata kelola, kearifan lokal, hingga jenis layanan dan spesialisasi prioritas sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyusunan master plan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Lebih jauh, dokumen itu akan menjadi peta jalan pengembangan RSMM, mulai dari penataan kawasan rumah sakit, peningkatan fasilitas medis, penguatan tata kelola organisasi, hingga integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pelayanan kesehatan.
Selain mengakomodasi aspirasi masyarakat Amungme dan Kamoro, master plan juga akan memperhatikan harapan para donor, kebutuhan pengembangan layanan spesialis, serta arah transformasi sistem kesehatan yang terus berkembang.
Setelah tahapan sosialisasi selesai, YPMAK akan menetapkan konsultan terbaik untuk menyusun masterplan. Konsultan terpilih nantinya akan bekerja bersama Komite Seleksi YPMAK dalam merancang pengembangan RSMM secara menyeluruh sekaligus menyiapkan mekanisme seleksi pengelola rumah sakit yang baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola RSMM agar mampu berkembang sebagai rumah sakit yang semakin profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Tahapan berikutnya adalah proses seleksi pengelola baru RSMM yang akan bertanggung jawab terhadap operasional rumah sakit setelah masa kontrak pengelola saat ini berakhir pada awal tahun 2027.
Karena itu, percepatan seluruh proses menjadi prioritas agar tidak mengganggu kesinambungan pelayanan kepada masyarakat. “Kami memang mengalami sedikit pergeseran jadwal.
Namun, kami akan mengakselerasi seluruh proses agar target penyelesaian sebelum 2027 tetap tercapai,” tegas Feri.
Komitmen tersebut mencerminkan keseriusan YPMAK dalam membangun fondasi pengelolaan rumah sakit yang lebih kuat. Master plan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi panduan strategis yang akan menentukan arah pengembangan RSMM dalam jangka panjang.
Dengan perencanaan yang matang, tata kelola yang baik, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, RSMM diharapkan terus berkembang sebagai rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berdaya saing, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Papua.
Upaya ini sekaligus mempertegas komitmen YPMAK untuk memastikan bahwa setiap investasi di sektor kesehatan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.








