Timika, fajarpapua.com - USIA 27 tahun bukan perjalanan yang singkat. Selama hampir tiga dekade, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika hadir melayani masyarakat Mimika dan sekitarnya.
Tahun ini, peringatan HUT ke-27 tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi seluruh keluarga besar RSMM untuk memperkuat semangat memberikan pelayanan yang lebih baik.
Mengusung tema “Moving Forward Serving Better”, rangkaian HUT RSMM di bawah naungan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), diisi berbagai kegiatan. Mulai dari lomba yel-yel akreditasi, lomba inovasi hingga tari Wisisi.
Ketua Panitia HUT ke-27 RSMM, Regina Sully mengatakan setiap kegiatan dirancang tidak hanya untuk memeriahkan ulang tahun, tetapi juga memberikan pesan bagi peningkatan kualitas pelayanan. Lomba yel-yel, misalnya, menjadi bagian dari persiapan menghadapi proses akreditasi RSMM pada tahun depan.
“Lomba yel-yel ini dilaksanakan karena tahun depan RSMM akan mengikuti akreditasi. Jadi, untuk menyambut agenda tersebut, kami menggelar lomba yel-yel,” ujar Regina di sela-sela perlombaan tari Wisisi, Jumat (14/8/2026).
Semangat akreditasi kemudian diterjemahkan melalui lomba inovasi. Para pegawai diberi ruang untuk menyampaikan gagasan yang dapat memperbaiki sistem kerja, meningkatkan efisiensi serta memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga.
“Lomba inovasi ini bertujuan menghimpun ide-ide untuk kemajuan rumah sakit. Mudah-mudahan lahir inovasi baru yang dapat memajukan pelayanan RSMM,” ujar Regina.
Inovasi yang diharapkan tidak harus selalu sesuatu yang besar. Perbaikan sistem antrean pendaftaran agar lebih cepat, misalnya, dapat menjadi perubahan sederhana yang berdampak langsung pada pengalaman pasien.
Di tengah semangat meningkatkan mutu pelayanan, RSMM juga tidak melupakan identitas masyarakat yang dilayaninya. Lomba tari Wisisi menjadi ruang untuk merayakan keberagaman budaya Papua, khususnya budaya masyarakat pegunungan.
RSMM melayani masyarakat dari tujuh suku, yakni Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Mee, Nduga dan Moni.
Jika tahun sebelumnya tari Seka dari wilayah pesisir menjadi pilihan, tahun ini giliran Wisisi menghidupkan suasana perayaan.
Bagi pegawai, kegiatan budaya seperti ini telah menjadi tradisi yang mempererat hubungan dalam lingkungan kerja. “Kalau tidak ada lomba, rasanya tidak meriah,” seloroh Regina.
Rangkaian kegiatan kemudian akan mencapai puncaknya pada 20 Agustus 2026. Misa syukur dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIT, diikuti syukuran bersama pegawai, mitra kerja dan relasi RSMM di Aula St. Michael. Pada kesempatan tersebut, pemenang lomba inovasi juga akan diumumkan.
Di usia 27 tahun, RSMM tidak hanya menghitung perjalanan masa lalu. Tema Moving Forward Serving Better menjadi penanda bahwa rumah sakit ingin terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Dari yel-yel akreditasi, gagasan inovasi hingga gerak tari Wisisi, perayaan HUT kali ini membawa satu pesan: kebersamaan menjadi energi untuk berbenah, sementara inovasi menjadi jalan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik.








