Timika, fajarpapua.com - SEMANGAT membangun kampung dari potensi lokal terus tumbuh di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Melalui Program Kampung Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, masyarakat Kampung Manuare, Distrik Amar, kini semakin optimistis mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Pada pelaksanaan Program Kampung tahun 2026, masyarakat kembali mempercayakan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) lama untuk melanjutkan berbagai program yang telah direncanakan bersama.
Salah satu program unggulan yang menjadi harapan warga setempat adalah penanaman pohon kelapa sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Selain itu, Pokja juga akan memfasilitasi pengadaan mesin motor perahu berkapasitas 15 PK sebanyak 12 unit untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Ketua Pokja Kampung Manuare, Yohanis Yopi Timakopea menyampaikan pelaksanaan Program Kampung di wilayahnya berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Menurut Yohanis, kepercayaan yang kembali diberikan kepada pengurus lama menjadi motivasi untuk bekerja lebih maksimal hingga masa kepengurusan berakhir, sebelum nantinya dilakukan regenerasi pengurus pada tahun depan.
“Kami bersyukur masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada kami. Ini menjadi tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja agar seluruh program yang telah disepakati bersama dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yohanis usai pembentukan pengurus Pokja, Kamis (23/7/2026).
Terkait program penanaman kelapa, Yohanis menjelaskan pilihan tersebut diambil karena Kampung Manuare memiliki potensi kelapa yang sangat besar.
Warga berharap hasil kebun kelapa di masa depan tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga mendukung pengembangan industri minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO) yang selama ini menjadi salah satu program pemberdayaan ekonomi YPMAK.
“Menanam kelapa bukan hanya untuk hari ini, melainkan menjadi warisan ekonomi bagi anak cucu. Potensi kelapa di pesisir sangat besar dan perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tutur Yohanis.
Sementara itu, Kepala Kampung Manuare, Amandus Timakopea menegaskan Program Kampung YPMAK bukan sekadar menyalurkan bantuan dana, melainkan juga mengedukasi masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan, hingga mempertanggungjawabkan setiap kegiatan secara transparan.
Seluruh tahapan, mulai dari penyusunan program bersama masyarakat, pencairan anggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), merupakan proses pembelajaran penting dalam membangun kemandirian kampung.
“Pengurus Pokja harus mampu bekerja sama dengan masyarakat. Jangan hanya mengejar keuntungan lalu mengabaikan kebersamaan. Jika koordinasi berjalan baik, manfaat program akan benar-benar dirasakan masyarakat dan tujuan pemberdayaan dapat tercapai,” tegas Amandus.
Pengurus Pokja Kampung Manuare periode saat ini terdiri dari Ketua Yohanis Yopi Timakopea, Sekretaris Silvester Warta, Bendahara Florida Timakopea dan Anggota Serfandus Utuma dan Anselmus Okoro.
Program Kampung YPMAK dirancang untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal sesuai kebutuhan tiap kampung. Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kampung, dan YPMAK, program ini diharapkan terus melahirkan kampung-kampung yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.








