Lewati ke konten utama

Kebijakan Relokasi PKL ke Pasar Sentral Mimika Menuai Kritikan Keras, Ini Klarifikasi Disperindag

fajar PapuaPenulis
18.49 WIT3 menit baca5 dibaca
Michael Goo Marani
Michael Goo MaraniFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Menurut Michael, jika semua PKL dipindahkan, pihaknya sudah menyiapkan konsep wisata kuliner. Dimana, tempat itu diharapkan menjadi pusat kuliner warga Mimika.

"Mereka sekarang jualan di depan mall atau pertokoan. Yang untung malah pemilik mall, karena mereka juga bayar setoran tempat, itu sudah termasuk pungli," bebernya.

Sedangkan terhadap PKL penjual nasi kuning, nasi goreng, buah atau lainnya yang menempati rumah sendiri yang kebetulan ada di pinggir jalan raya, tidak dipindahkan.

"Hanya untuk keindahan, mereka wajib menjual di dalam namun tetap terbuka (bukan di pinggir jalan), mempunyai ijin usaha dan bukti tempat usaha itu miliknya," katanya.

Dan hal penting lainnya, kata dia, pemindahan itu untuk kelancaran arus lalu lintas. "PKL di pinggir-pinggir jalan sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas terutama di Jalan Budi Utomo. "Di sana pernah terjadi kecelakaan lalu lintas karena kendaraan padat akibat PKL pinggir jalan," ujarnya.(ana)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.