Timika, fajarpapua.com – Diduga dipicu BBM solar habis, para sopir truk dan pickup yang sejak pagi mengantri nekat menutup gerbang SPBU Jalan Yos Sudarso Nawaripi, Rabu (6/5) siang.
Selain kecewa, para sopir menduga adanya praktik curang dalam distribusi BBM di SPBU tersebut.
Dampak dari aksi itu, pembeli BBM jenis lain seperti Pertalite dan Pertamax tidak bisa masuk area SPBU karena pintu gerbang ditutup dari dua sisi.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun kepada fajarpapua.com mengatakan, para sopir yang tidak mendapatkan solar kecewa dan melakukan aksi penutupan gerbang.
“Iya, mereka (sopir) yang tidak dapat solar itu tutup pintu gerbang dua sisi SPBU. Akibatnya pembeli BBM lain tidak bisa mengisi,” kata Norman melalui sambungan telepon seluler, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, dirinya bersama Disperindag sudah mendatangi lokasi menemui para sopir dan pengelola SPBU hingga akhirnya gerbang kembali dibuka.
“Gerbang sudah dibuka tadi, dari Disperindag datang temui pengelola SPBU dan para sopir,” ujarnya.
Norman mengungkapkan, para sopir menduga adanya kecurangan karena pasokan sekitar 8 ton solar di SPBU tersebut cepat habis. Selain itu, pengisian BBM disebut hanya dilakukan di satu sisi, sementara sisi lainnya diduga hanya melayani kendaraan tertentu.
“Itu pengelolaan manajemen kurang bagus makanya sopir-sopir menduga mereka curang dan itu harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi,” pungkasnya.(ron)








Komentar (0)