Lewati ke konten utama

Jika Air Bersih Dipaksa Masuk, Pemda Mimika Rugi Rp 1,5 Miliar Perbulan, Kok Bisa?

fajar PapuaPenulis
08.41 WIT3 menit baca943 dibaca
Robert Mayaut
Robert MayautFoto / Featured
Bagikan berita ini
Aa

Menyikapi keadaan demikian Robert mengaku kurang sepakat jika diberlakukan subsidi. Pemda harus me ambah 17.000 SR lagi.

"Usulan DPU kalau disetujui sampai 50.000 SR sehingga dapat menutupi biaya operasional setiap bulan," pungkasnya.

Robert mengakui pekerjaan saluran air minum dalam beberapa tahun belakangan ini terhenti karena digadang-gadang investor hendak masuk menangani air bersih. Tapi sejak 2019 lalu mulai redup, kemungkinan investor mundur akibat pertimbangan biaya opersional yang besa.

"Mereka timbang-timbang untuk menginvestasikan usahanya dibidang air baku bersih ini.
Untuk tahun 2021, kami akan usulkan lagi untuk melanjutkan pekerjaan ini sehingga sambungan rumah bisa bertambah," ujarnya.

"Yang kita kejar 17.000 sampai 50.000 SR dan mudah-mudahan bisa capai dan teratasi sementara kebutuhan akan biaya-biayanya,” jelas Robert.

Soal kapasitas air, ia menjelaskan di pusat penampungan Chek Point Kuala Kencana terdapat mesin khusus berkapasitas besar untuk mendorong air masuk ke penampungan SP 2.

Kemudian dari SP 2 dibagi lagi ke dalam kota dan beberapa wilayah SP yang mudah dijangkau seperti SP 1, SP 2, SP 3, dan SP 4.(mar)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.