Berakhir Hari Ini, Panwasrah :Tidak Ada Laporan Negatif Selama PON Papua Klaster Mimika

by -
Panwasrah saat menggelar konferensi pers.
Panwasrah saat menggelar konferensi pers.

Timika, fajarpapua.com – Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sub Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Klaster Mimika memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara, mengingat tidak ada laporan negatif dari seluruh kontingan, atlet hingga ofisial peserta PON.

Ketua Panwasrah Sub PON Papua Klaster Mimika, Mayjen TNI (Purn) Gadang Pambudi, dalam jumpa persnya di Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika, Hotel Grand Mozza, Timika, Kamis (14/10/2021) mengungkapkan laporan dan komplain negatif nyaris tidak ada karena langkah responsif dan antisipatif dari panitia sangat luar bisa, sehingga sudah sepatutnya diapresiasi semua pihak.


“Sejak berlangsung dibukanya pertandingan PON di Klaster Mimika pada 23 September 2021 lewat cabang olahraga (cabor) terbang layang, sangat minim catatan negatif, semua catatan lebih kepada tugas dan pokok (Tupoksi) Panwasrah untuk mendampingi serta mengawasi pelaksanaan PON di Klaster Mimika ini, semua positif,” ungkap Gadang Pambudi.


Menurut Gadang, satu catatan yang membuktikan begitu responsif dan antisipatifnya panitia adalah saat sebelum pelaksanaan PON, Panwasrah meninjau venue-venue didampingi Sekretaris Panitai Besar (PB) PON Sub Mimika, dan memberikan sejumlah catatan-catatan perbaikan langsung dilakukan dengan dibuktikan saat pelaksanaan pertandingan semua catatan ternyata sudah diselesaikan.

“Catatan yang kami berikan berdasarkan rekomendasi Technical Delegate (TD), langsung ditindaklanjuti oleh Sub PB PON Klaster Mimika seperti venue Aeromodeling contohnya, sehingga saat jadwal pertandingan, semuanya bisa terlaksana maksimal, KONI begitu bangga, venue yang disiapkan bagus-bagus, bertaraf internasional,” tegasnya.


Gadang menuturkan, responsifnya panitia dalam menindaklanjuti dan menyelesaikan persoalan yang terjadi membuat 9 venue untuk 9 cabor dan 12 disiplin pertandingan bisa lancar digunakan sesuai harapan semua pihak termasuk TD dan KONI.


Meski masih ada beberapa pertandingan yang sudah memasuki babak akhir pada Kamis (14/10/2021) di antaranya Basket dan Terjun Payung, pihaknya berharap dan memastikan semua berjalan dengan sukses dan lancer hingga penutupan pada 15 Oktober 2021.
 
Momentum Pandemi
Meski pelaksanaan PON Papua ini sedang berada dalam situasi tidak normal karena masih dalam masa Pandemi COVID-19, ternyata panitia dan semua stakeholders di Kabupaten Mimika bisa membuktikan bahwa pandemi menjadi momentum kebangkitan bersama dari keterpurukan ekonomi, “Bukti bahwa Papua bisa, Papua Aman dan Papua sama-sama maju seperti wilayah lain di Indonesia,” tutur Gadang.

BACA JUGA:  Purna Tugas di PON XX, Brimob Gorontalo Pamit, Sayonara!


Gadang menjelaskan, lancarnya pelayanan yang diberikan panitia bersama stakeholders terkait di Klaster Mimika mulai dari konsumsi, akomodasi hingga transportasi selama PON Papua ini telah membuktikan hal tersebut di atas sesuai dengan slogan “Torang Bisa” padahal event multinasional ini berlangsung dalam situasi yang tidak normal.

Untuk itu pihaknya berharap, setelah PON berakhir, dengan tersedianya venue-venue yang bertaraf nasional dan internasional bisa diberdayakan dengan maksimal oleh Pemerintah Daerah (Pemda) bersama KONI Mimika dalam hal pembinaan atlet. 


Salah satu cabor yang sedang didorong untuk menggelar kejuaran internasional adalah panjat tebing. “Kami coba beri masukan ke KONI Mimika, coba gelar kompetisi panjat tebing internasional misalnya kawasan asia pasifik, diundang ke Mimika, mudahmudahan bisa memacu prestasi anak bangsa,” pungkasnya.


PB PON Papua sejauh ini telah membagikan 2.090 keping medali terdiri dari 649 emas, 637 perak, dan 804 perunggu. Masih tersisa 32 keping emas untuk diperebutkan pada laga Kamis (14/10/2021).

Sebanyak 46 cabang dan disiplin telah mengakhiri lomba. Sedangkan 15 cabang dan disiplin lainnya masih bertanding untuk menyelesaikan partai final termasuk sepak bola yang mempertemukan dua tim pemersatu NKRI, Aceh dan Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura.

PON Papua diikuti oleh 7.039 atlet dan mereka berlomba untuk memperebutkan 681 emas, 681 perak, dan 681 perunggu pada 37 cabang, 56 disiplin, dan 681 nomor pertandingan. Mereka berlaga di 44 venue yang tersebar di empat klaster.

Presiden Joko Widodo telah membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam. PON Papua akan berakhir pada 15 Oktober 2021.
 
Sejauh ini seluruh pertandingan dilaksanakan dengan protokol kesehatan sangat ketat, baik bagi atlet, ofisial, maupun penonton. Seluruh lomba dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat dan mereka harus mengikuti kebijakan menempati hanya 25 persen dari kapasitas total tiap venue.


Agar dapat memasuki arena lomba, setiap penonton wajib menunjukkan kartu vaksin telah disuntik dosis pertama dan kedua. Kemudian harus memakai masker selama menonton lomba serta menjaga jarak. Torang Bisa! (Red)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.