Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Jania Basir Ungkap Alasan Undur Diri dari Jabatan Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Ternyata...

ae40de1f-befc-4fcc-b1a4-76b4d3d9e1ff
ae40de1f-befc-4fcc-b1a4-76b4d3d9e1ffFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com –  Jania Basir akhirnya angkat bicara terkait pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Mimika.

Ia mengaku, keputusan mundur tersebut bukan karena persoalan lain, melainkan konsekuensi dari pengajuan cuti besar yang diambilnya untuk fokus menjalani pengobatan.

“Pengunduran diri itu sebenarnya lampiran dari surat cuti besar saya. Cuti besar adalah hak setiap ASN. Karena saya mengambil cuti dalam jangka waktu cukup lama, maka saya harus mengundurkan diri dari jabatan,” ujar Jania dikonfirmasi awak media, Senin (23/2).

Menurutnya, keputusan itu telah melalui pertimbangan matang. Ia mengaku kondisi kesehatannya memang membutuhkan perhatian serius. Dokter bahkan telah lama menyarankan dirinya untuk beristirahat total dan menjalani terapi rutin serta pemeriksaan ulang secara menyeluruh.

“Sebenarnya sejak tahun lalu dokter sudah menyarankan saya untuk istirahat. Tapi karena tanggung jawab menyelesaikan satu tahun anggaran, saya tunda. Sekarang saya pikir ini waktu yang tepat untuk fokus berobat,” jelasnya.

Jania mengungkapkan, proses pengobatan mengharuskannya bolak-balik keluar daerah, termasuk kontrol medis yang memakan waktu cukup lama. Selain itu, ia juga harus mendampingi anaknya yang tengah mendaftar masuk SMA di luar Timika.

Ia merasa tidak etis jika tetap menjabat sebagai kepala dinas sementara dirinya sering meninggalkan tugas.

“Tidak mungkin saya masih menjabat sebagai kepala dinas, tapi sering izin berobat dan ke luar daerah. Dinas Perhubungan itu dinas strategis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan pelayaran dan transportasi masyarakat. Banyak yang butuh koordinasi setiap saat,” katanya.

Karena cuti besar yang diambilnya berdurasi lima bulan dan berpotensi diperpanjang sesuai kebutuhan medis, ia memilih mundur agar roda organisasi tetap berjalan optimal.

“Kalau pengobatan selesai lebih cepat dan dokter menyatakan saya sudah bisa beraktivitas kembali, tentu saya siap kembali bekerja. Tapi untuk saat ini, saya harus fokus pada kesehatan,” jelasnya 

Terkait isu audit yang beredar, Jania memastikan dirinya tidak akan lari dari tanggung jawab. Ia menegaskan siap memenuhi panggilan kapan pun dibutuhkan, sepanjang tidak bertepatan dengan jadwal pengobatannya.

“Kalau soal audit, mau lari ke lubang semut pun pasti dicari. Itu tanggung jawab saya. Tidak ada masalah. Saya pasti datang memenuhi panggilan, tinggal komunikasi waktu saja,” ujarnya.

Ia menutup penjelasannya dengan memastikan bahwa pengunduran dirinya murni karena alasan kesehatan dan agar pelayanan di Dinas Perhubungan tetap berjalan maksimal tanpa hambatan kepemimpinan.

“Tidak ada masalah apa-apa. Ini murni karena saya ambil cuti besar untuk berobat,” pungkasnya. (moa)