Timika, fajarpapua.com – PDI Perjuangan Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Minggu (26/4/2026). Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah. Serta Bupati Mimika yang juga kader PDIP Perjuangan, Johannes Rettob.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun dalam arahannya menyoroti peran strategis Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebagai ujung tombak partai.
Ia mengingatkan PAC tidak hanya hadir sebagai kelompok politik, melainkan organisasi yang berjalan dengan sistem, tujuan yang jelas, serta proses kaderisasi yang terarah.
Menurutnya, keberadaan PAC menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan partai. Komitmen kader di tingkat bawah dinilai sangat menentukan arah perjuangan politik kedepan, termasuk dalam menjaga soliditas dan kesamaan visi.
Komarudin menggambarkan pentingnya kualitas kader dibanding jumlah. Ia menilai, kekuatan partai lebih bertumpu pada kader yang memiliki pendirian kuat dan tujuan yang sejalan, dibanding banyaknya anggota tanpa arah yang sama.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Tengah, Yuni Wonda, menyebut Musancab merupakan bagian dari agenda konsolidasi partai yang berkelanjutan, setelah sebelumnya dilaksanakan Konferensi Cabang. Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan struktur partai tetap solid hingga ke tingkat bawah.
Ia mengungkapkan, kerja-kerja konsolidasi yang selama ini dilakukan telah menunjukkan hasil, termasuk capaian politik di Papua Tengah. Kedepan, partai menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif sebagai bagian dari penguatan peran politik di daerah.
Ditingkat kabupaten, Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika, Adrian Andika Tie, memandang Musancab sebagai ruang strategis untuk memperkokoh ideologi partai, membenahi struktur organisasi, serta memperluas kerja politik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menilai dinamika perbedaan pendapat dalam forum musyawarah sebagai hal yang wajar dalam organisasi. Namun, keputusan bersama tetap menjadi pegangan utama yang harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh kader.
Lebih jauh, Musancab diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi juga ruang pengabdian bagi kader untuk bekerja dan melayani masyarakat. (moa)

