Timika, fajarpapua.com — Proses perbaikan terhadap 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN), kini terus dikebut.
Perbaikan difokuskan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pemenuhan standar lingkungan sesuai ketentuan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong kepada media, Senin (4/5), mengatakan seluruh SPPG yang disuspend saat ini tengah menjalani proses pembenahan agar dapat kembali beroperasi melayani masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat.
“Sekarang sedang dalam proses perbaikan IPAL. Kalau sudah selesai, berarti sudah bisa jalan kembali,” ujarnya.
Emanuel Kemong yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika ini menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan progres di lapangan.
Ditambahkan, Satgas MBG berencana turun langsung ke setiap SPPG pada pekan depan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas sudah memenuhi standar operasional sebelum kembali dibuka.
“Kita akan cek lagi minggu depan. Kalau sudah sesuai standar, maka pelayanan makan bergizi gratis bisa kembali berjalan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Regional BGN Papua Tengah, Nalen Situmorang, mengungkapkan bahwa dari 11 SPPG yang sebelumnya ditutup sementara, baru satu yang dinyatakan layak dan telah kembali beroperasi.
“Dari 11 yang ditutup, baru satu yang sudah dibuka kembali. Sisanya masih dalam proses perbaikan,” jelasnya.
Dengan demikian, saat ini masih terdapat 10 SPPG yang terus berbenah untuk memenuhi standar prosedur operasional (SOP) serta persyaratan administrasi program MBG.
Program MBG sendiri mulai berjalan di Mimika sejak Juli 2025 dengan total 18 dapur SPPG yang tersebar di sejumlah distrik di wilayah Kota Timika.
Namun, dalam evaluasi yang dilakukan BGN, sebanyak 11 dapur harus ditutup sementara karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Pada pertengahan April 2026, tim gabungan Satgas MBG Mimika bersama BGN telah melakukan inspeksi langsung ke lapangan.
Selain meninjau SPPG yang ditutup, tim juga mengevaluasi tujuh SPPG yang tetap beroperasi.
Hasilnya, tujuh SPPG tersebut dinyatakan layak karena telah memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.
Lokasinya tersebar di Distrik Mimika Baru sebanyak lima unit, Distrik Wania satu unit, dan Distrik Kuala Kencana satu unit.
Dengan tambahan satu SPPG yang kini kembali aktif, total dapur MBG yang beroperasi di Mimika mencapai delapan unit. Sementara 10 lainnya masih dalam tahap perbaikan.
Meski demikian, cakupan layanan MBG di Mimika hingga kini masih terbatas di wilayah perkotaan, khususnya Timika. Wilayah pinggiran kota, pesisir, hingga pegunungan belum tersentuh program ini. (mas)








Komentar (0)