Lewati ke konten utama

3 Lomba PON di Timika Dilakukan dalam Kawasan Operasi Penerbangan, Apakah Pesawat Penumpang Terganggu? INI JAWABANNYA

Redaksi FPPenulis
14.20 WIT2 menit baca18 dibaca
Kawasan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika.
Kawasan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Sesuai agenda panitia PB PON Papua, pada tanggal 23 September mendatang, lomba aerosport yang meliputi terbang layang, terjun payung dan aeromodeling akan resmi dimulai.

Lokasi yang digunakan khusus untuk terbang layang dan terjun payung mengambil start Bandar Udara Mozes Kilangin Timika.

Selain itu, ketiga jenis perlombaan tersebut akan memanfaatkan ruang udara Timika yang masuk dalam kawasan operasi penerbangan.

Ketika dikonfirmasi fajarpapua.com, Senin (13/9), Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengemukakan, untuk terbang layang start atau take off dan landing di Bandara Mozes Kilangin.

Sementara terjun payung, star Bandara Mozes Kilangin sedangkan finish di kantor Pemda Mimika, SP5.

"Kalau areomodeling ada 2 lokasi, di SP 5 dan SP 1," ujarnya.

Dikatakan, ketiga cabang olahraga ini ada dalam ruang udara yang masuk dalam kawasan operasi penerbangan.

"Nah pasti ada yang bertanya apakah lomba mempengaruhi penerbangan, jawabannya tidak. Penerbangan reguler tetap sesuai jadwal, sehingga jadwal lomba harus benar-benar diatur tepat waktu. Karena direncanakan semua pertandingan tidak mengganggu penerbangan komersial. Dia berjalan secara simultan. Jangan sampai ada pikiran karena PON penumpang terlantar," paparnya.

Wabup JR mengemukakan, khusus terbang layang akan menggunakan wilayah sebelah selatan Bandara Mozes Kilangin, terbang ke daerah daerah pantai.

"Jadi penumpang pesawat tidak perlu khawatir, semua akan diatur sesuai waktu sehingga pesawat komersil tetap beroperasi seperti biasa," pungkasnya.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.