Lewati ke konten utama

Masih Berusia 15 Tahun, Anggota OPM Berpangkat Lettu Dilaporkan Tewas Ditembak, Satu Lainnya Hilang

Redaksi FPPenulis
14.52 WIT2 menit baca21 dibaca
IMG-20250610-WA0100
IMG-20250610-WA0100Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengaku kehilangan satu anggotanya dari divisi Kodap III Ndugama Derakma dalam kontak senjata di Kota Wamena dan sekitarnya.

Dalam laporan resmi yang diterima Selasa (10/6), disebutkan baku tembak antara pasukan TPNPB dan TNI-Polri terjadi pada Sabtu (8/6) berlanjut hingga Senin malam (10/6).

Baku tembak terjadi di kawasan Pertigaan Pugima, Tanah Longsor sekitar pukul 21.35 WIT, saat pasukan TPNPB menyebut mendapatkan tembakan dari arah depan dan belakang kendaraan mereka.

Kontak senjata berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 dini hari. Akibat kejadian tersebut, satu anggota TPNPB dilaporkan gugur dan satu lainnya dinyatakan hilang.

Melalui Jubir Sebby Sambom, TPNPB meminta pihak militer Indonesia untuk memberikan kejelasan apabila telah melakukan penangkapan terhadap anggotanya, guna menghormati hukum humaniter.

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB juga merilis identitas anggota yang gugur dalam insiden tersebut, yakni:

Nama: Pitenus Lilbid
Tempat/Tanggal Lahir: Lumbukdumo, 9 Desember 2010
Usia: 15 tahun
Jabatan: Komandan Operasi Kompi Markas Satu, Batalion Jigi
Pangkat: Letnan Satu
Pangkat Penghargaan: Kapten

Kapten Pitenus Lilbid disebut telah bergabung dengan TPNPB sejak 2018 dan dianggap sebagai sosok pejuang yang berani dalam pertempuran.

Selain melaporkan peristiwa tersebut, TPNPB Kodap III Ndugama Darakma juga menyampaikan pernyataan sikap, antara lain:

  1. Menghimbau warga sipil Papua yang diduga menjadi intelijen militer Indonesia untuk menghentikan aktivitas tersebut, dengan peringatan keras akan adanya tindakan tegas.
  2. Menyebut telah mengetahui identitas warga Papua yang memberikan informasi kepada militer Indonesia pada 9 Juni 2025.
  3. Mendesak militer Indonesia untuk tidak lagi menggunakan warga sipil sebagai agen intelijen di wilayah konflik bersenjata Papua.

(Red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.