Sorong, fajarpapua.com – Aksi penikaman tragis terjadi di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, pada Minggu (18/1) pagi sekitar pukul 09.10 WIT.
Seorang ibu rumah tangga bernama Cristina Ewit Syufi tewas setelah ditikam oleh pria yang diduga merupakan mantan suaminya.
Korban diketahui merupakan perempuan asal Tambrauw dari suku Miyah–Ireres.
Saat kejadian, korban tengah menggendong anaknya dan hendak mengikuti ibadah di gereja.
Sementara pelaku diketahui seorang pria berinisial MS alias Max yang diduga merupakan mantan suami korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut berawal sekira pukul 08.50 WIT, korban bersama anaknya memesan kendaraan Maxim untuk menuju Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus Aimas guna mengikuti ibadah.
Lima menit kemudian, sekitar 08.55 WIT, korban tiba di depan gerbang gereja namun belum turun dari kendaraan.
Sekitar 08.58 WIT, korban menyampaikan kepada sopir agar menunggu sebentar karena melihat mantan suaminya berada di dalam sebuah mobil Hilux hitam di sekitar lokasi gereja.
Namun pada 09.05 WIT, sopir Maxim menyampaikan permohonan maaf karena harus melanjutkan pekerjaannya dan meminta korban untuk turun karena sudah tiba di tujuan.
Pada 09.08 WIT, korban bersama anaknya turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada sopir.
Tak berselang lama, tepat 09.10 WIT, pelaku MS tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penikaman.
Usai menikam korban, pelaku melarikan diri menggunakan mobil Hilux hitam tanpa nomor polisi.
Dalam kondisi terluka parah sambil menggendong anaknya, korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berlari ke arah gereja.
Namun pada 09.12 WIT, korban terjatuh di depan gerbang gereja dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sekitar 09.15 WIT, aparat kepolisian dari Polres Sorong yang dipimpin oleh Ipda Nursam (Kanit II Intelkam Polres Sorong) bersama anggota SPKT dan piket fungsi tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan awal.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kasus ini ditangani serius mengingat terjadi di area rumah ibadah dan menyebabkan korban meninggal dunia.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui keberadaan pelaku. (red)








Komentar (0)