Jayapura, fajarpapua.com – Dalam rangka persiapan pemberangkatan calon jamaah haji tahun 2026, Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jayapura melaksanakan manasik haji nasional serta pemeriksaan kesehatan tahap awal bagi 89 calon jamaah haji.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) di Masjid Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, Gunung Merah Sentani, dengan melibatkan tim kesehatan dari Badan Karantina dan tenaga medis Kabupaten Jayapura.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jayapura Muhammad Agus Taufik mengatakan, pemeriksaan kesehatan ini diikuti seluruh calon jamaah haji asal Kabupaten Jayapura.
Pemeriksaan tersebut bertujuan menilai kondisi kesehatan fisik dan mental jamaah, serta memastikan seluruh peserta dalam keadaan sehat dan siap secara medis untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
“Pada pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji hari ini, kita lakukan pemeriksaan tensi darah, suntik vaksin meningitis dan polio. Kita juga melaksanakan manasik haji nasional secara serentak se-Indonesia melalui virtual Zoom,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan manasik di Kabupaten Jayapura telah memasuki pertemuan keempat atau kelima yang membahas tentang kesehatan, mengingat aspek kesehatan sangat penting bagi jamaah saat menjalankan ibadah haji di Mekkah.
Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, para calon jamaah haji dijadwalkan berangkat pada Mei 2026 dan akan dilepas langsung oleh Bupati Jayapura Yunus Wonda.
Taufik menambahkan, jika terdapat jamaah yang mengalami gangguan kesehatan maka tidak akan menerima vaksin, namun tetap diberangkatkan menunaikan ibadah haji.
Selain itu, setiap jamaah diwajibkan terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan secara mandiri.
Ia juga menyebutkan kuota haji tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun 2025.
Jika pada 2025 kuota mencapai 116 orang, maka pada 2026 hanya sebanyak 89 orang. Penurunan tersebut terjadi di seluruh daerah, dengan lama antrean mencapai 26 tahun. (hsb)








Komentar (0)