Timika, fajarpapua.com – Aksi solidaritas yang digelar Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) di Kota Jayapura berujung ricuh pada Senin (27/4).
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan Waena, Distrik Heram, hingga memaksa polisi membubarkan demonstrasi menggunakan gas air mata.
Aksi yang mengangkat isu “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” itu awalnya direncanakan berlangsung di Lingkaran Abepura.
Massa bergerak dari sejumlah titik kumpul seperti Perumnas III, Expo, dan Asrama Tolikara menuju lokasi aksi.
Namun, langkah mereka diadang aparat gabungan di depan Zipur, Waena.
Situasi mulai memanas saat negosiasi antara demonstran dan aparat tidak menemukan titik temu.
Saling dorong tak terhindarkan dan berkembang menjadi bentrokan. Aparat kemudian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa, yang dibalas dengan lemparan batu oleh sebagian peserta aksi.
Dalam kondisi tersebut, massa berhamburan menyelamatkan diri ke berbagai arah, termasuk ke Perumnas I, Perumnas III, dan kawasan Expo Waena.
Kepulan gas air mata membuat situasi di sekitar lokasi menjadi mencekam dan tidak kondusif.
Dampak dari kericuhan ini meluas hingga ke arus lalu lintas. Ruas jalan utama Sentani–Abepura mengalami kemacetan panjang akibat penyekatan dan pengalihan arus kendaraan oleh aparat keamanan.
Sejumlah pusat perbelanjaan dan perkantoran di kawasan Abepura bahkan memilih tutup lebih awal sebagai langkah antisipasi.
Pemerintah Kota Jayapura merespons cepat situasi tersebut dengan meliburkan aktivitas belajar-mengajar di sekolah.
Wali Kota Abisai Rollo menginstruksikan agar pembelajaran dilakukan secara daring guna menjaga keselamatan siswa.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Demonstran diingatkan agar menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, serta tidak merusak fasilitas umum.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga di sejumlah titik di Waena dan Abepura untuk mengamankan situasi.
Belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian akibat insiden tersebut. (red)








Komentar (0)