Timika, fajarpapua.com – Sebagian korban banjir di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, menolak rencana pengalihan aliran sungai tailing yang menyebabkan musibah.
Penolakan ini terjadi karena warga khawatir dengan pengalihan aliran sungai tersebut mereka takut kehilangan mata pencaharian sebagai pendulang emas tradisional.
Warga menilai pengalihan aliran sungai dapat berdampak langsung terhadap aktivitas mendulang yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia rencananya akan mengalihkan aliran sungai kearah tebing untuk meminimalkan bencana di Bantu. Namun, masyarakat menolak karena berkaitan dengan mata pencaharian mereka,” ujar Bupati Mimika Johannes Rettob saat ditemui wartawan usai pemusnahan barang bukti di Kejari Mimika, Kamis (7/5).
Menyikapi penolakan ini, Bupati Rettob mengungkapkan dirinya bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong berencana akan menemui dan berdialog dengan warga Banti.
Terkait dengan penanganan bencana Banti, Bupati Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan akses jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah kembali tersambung dan dapat dilalui kendaraan.
Bupati Rettob mengatakan pemerintah daerah terus mempercepat penanganan dampak longsor agar mobilitas masyarakat dan pelayanan dasar tetap berjalan normal.
“Penyambungan jalan sudah selesai, jalur yang putus sudah diperbaiki, dan drainase juga sudah dikeruk,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat di wilayah Distrik Tembagapura, termasuk untuk pelayanan kesehatan yang serta distribusi logistik.
Di sisi lain, pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Banti dipastikan tetap berjalan normal.
Pemerintah daerah juga memastikan jalur evakuasi dan rujukan pasien kini sudah kembali dapat diakses dengan aman.
“Kemarin sempat ada ibu hamil yang harus dipikul karena jalan putus. Sekarang akses kendaraan sudah kembali terbuka,” ungkapnya.
Pemkab Mimika menargetkan seluruh proses penanganan longsor dan dampak banjir di wilayah Banti dapat rampung pekan ini, dengan catatan kondisi cuaca tetap mendukung proses pekerjaan di lapangan. (mas)








Komentar (0)